Petani Subak Kumbuh Akui Keunggulan Padi Varietas Inpari 32
Gianyar, 10 Maret 2026 – dilaksanakan kegiatan pengamatan pertumbuhan tanaman padi Inpari 32 di Subak Kumbuh, Desa Mas, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar. Kegiatan ini melibatkan para petani subak bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), dan Penyuluh BRMP Bali. Pengamatan ini sebagai bagian dari pendampingan kepada petani dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung swasembada pangan di Kabupaten Gianyar.
Subak Kumbuh merupakan salah satu subak yang berada di Desa Mas, Kecamatan Ubud dengan luas lahan sekitar 24 hektar dan jumlah anggota 60 orang petani. Petani di Subak Kumbuh, mengakui keunggulan padi Inpari 32 yang dinilai mampu meningkatkan produksi dan memberikan hasil panen yang lebih baik dibandingkan varietas padi yang ditanam sebelumnya.
Salah seorang petani, Ni Nyoman Sumiyati, mengakui bahwa padi Inpari 32 menunjukkan pertumbuhan yang sangat baik sejak awal masa tanam."Pertumbuhan padinya cukup bagus dan anakan yang muncul juga banyak. Batangnya kuat sehingga tidak mudah rebah walaupun terkena angin atau hujan,” ujarnya.
Pengakuan serupa juga disampaikan oleh petani lainnya, I Made Jodog, yang menilai hasil panen dari varietas ini cukup menjanjikan.
“Kalau perawatannya bagus, hasilnya bisa lebih tinggi dari varietas yang biasa kami tanam. Gabahnya juga terlihat lebih berisi sehingga kami berharap hasil panennya nanti lebih baik,” katanya.
Penyuluh pertanian Putu Eka Suwarjana, S.TP menjelaskan bahwa penggunaan varietas unggul seperti Inpari 32 merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan.“Dengan penerapan teknik budidaya yang baik, potensi hasil dari varietas ini dapat mencapai sekitar 6–7 ton per hektar, bahkan bisa lebih,” jelasnya.
Desak Rai Puspa, (Penyuluh BRMP Bali menekankan pentingnya penerapan teknologi budidaya secara tepat untuk memperoleh produksi padi yang optimal. “Dengan penerapan teknologi budidaya yang baik seperti penggunaan traktor, Varietas Unggul Baru (VUB), pengaturan jarak tanam, pemupukan berimbang, serta pengendalian hama penyakit secara tepat, potensi hasil dari varietas Inpari 32 dapat dimaksimalkan oleh petani,” ujarnya.
Petugas benih tanaman, I Putu Gede Arya Pramana, S.P menambahkan bahwa selain memiliki potensi hasil tinggi, varietas Inpari 32 juga memiliki batang yang kuat serta mampu beradaptasi dengan baik pada lahan sawah irigasi seperti yang terdapat di wilayah Subak Kumbuh.
Pekaseh Subak Kumbuh, I Ketut Molog, mengatakan untuk mendukung pengembangan Inpari 32 petani di Subak Kumbuh membutuhkan bantuan traktor. " Karena keterbatasan traktor ini, petani sering harus sewa keluar desa. Sering kali jadwal tanam sudah tiba, tetapi lahan belum bisa diolah karena kami harus menunggu traktor dari luar. Keberadaan traktor sangat penting bagi petani untuk mempercepat proses pengolahan tanah sehingga penanaman padi dapat dilakukan lebih tepat waktu" ujarnya.
(Dsk)