• Jl. By Pass Ngurah rai
  • (0361) 720498, WA Center +6285826262022
  • [email protected] / [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Layanan
Thumb
34 dilihat       29 Mei 2026

Pengembangan Pertanian Organik di Subak Jaka Dukung Pertanian Ramah Lingkungan di Bali

TABANAN, 26 Mei 2026 — Pengembangan pertanian organik mulai diterapkan di Subak Jaka sebagai upaya mendukung sistem pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan di Bali. Program tersebut diawali pada lahan seluas 2,71 hektare yang dikelola petani anggota Subak Jaka sebagai tahap awal penerapan budidaya padi organik di wilayah tersebut.

 

Para petani mulai mengurangi penggunaan pupuk dan pestisida kimia sintetis yang selama ini umum digunakan dalam usaha tani padi. Sebagai gantinya, petani memanfaatkan pupuk organik, pupuk hayati, serta pestisida nabati yang dinilai lebih aman bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kesuburan tanah sekaligus meningkatkan kualitas hasil pertanian.

 

Pengembangan pertanian organik di kawasan Subak Jaka dinilai sejalan dengan filosofi Tri Hita Karana yang menjadi dasar kehidupan masyarakat Bali. Sistem Subak tidak hanya mengatur pengairan sawah, tetapi juga mengandung nilai keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan. 

 

Karena itu, penerapan pertanian organik diharapkan mampu menjaga kelestarian alam sekaligus mempertahankan budaya pertanian Bali.

Selain menjaga lingkungan, sistem pertanian organik juga diyakini dapat menghasilkan produk pangan yang lebih sehat dan aman dikonsumsi masyarakat. Penggunaan bahan organik secara bertahap dipercaya mampu memperbaiki kondisi tanah, meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah, serta menjaga keseimbangan ekosistem pertanian secara berkelanjutan.

 

Petani di Subak Jaka pun mulai memahami pentingnya penerapan budidaya ramah lingkungan untuk menjaga produktivitas lahan pertanian dalam jangka panjang. Penggunaan pupuk organik secara rutin diharapkan dapat meningkatkan kandungan bahan organik tanah sehingga lahan tetap subur dan mampu mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal.

 

Analis Standardisasi Ahli Madya BRMP Bali, I Made Londra, mengatakan meskipun baru dimulai pada lahan seluas 2,71 hektare, pengembangan pertanian organik di Subak Jaka diharapkan dapat menjadi contoh bagi petani lain untuk mulai menerapkan budidaya pertanian yang lebih ramah lingkungan. “Ke depan, luas pengembangan pertanian organik diharapkan terus meningkat seiring bertambahnya kesadaran petani terhadap pentingnya menjaga kesehatan tanah dan lingkungan pertanian,” ujarnya.

 

Selain mendukung pelestarian lingkungan, pertanian organik juga dinilai memiliki peluang ekonomi yang cukup baik. Produk pertanian organik saat ini semakin diminati masyarakat karena dianggap lebih sehat dan aman dikonsumsi. Kondisi tersebut membuka peluang bagi petani untuk meningkatkan nilai jual hasil pertanian melalui sistem budidaya organik.

 

Sementara itu, Penyuluh Pertanian BRMP Bali, Pekik Anggoro, mengatakan pengembangan pertanian organik sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Bali dalam mendorong sistem pertanian berkelanjutan berbasis kearifan lokal.

 

Melalui pengembangan pertanian organik di Subak Jaka, diharapkan tercipta sistem pertanian yang mampu menjaga keseimbangan lingkungan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendukung pembangunan pertanian ramah lingkungan di Bali. 

(Pekik, dkk)

Prev Next

- Admin


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    Macam-Macam Gulma pada Tanaman Padi dan Cara Tepat Pengendaliannya
    14 Jul 2026 - By Admin
  • Thumb
    Mengenal Skala pH Tanah: Dampak pada Tanaman dan Cara Pengelolaannya
    02 Jul 2026 - By Admin
  • Thumb
    BRMP Bali Fasilitasi Magang Mahasiswa Unram Teori hingga Praktik
    30 Jun 2026 - By Admin
  • Thumb
    BRMP Bali Sukseskan Program Magang Mahasiswa melalui Bimtek SOP Budidaya Tomat dan Budidaya Kambing
    30 Jun 2026 - By Admin
  • Thumb
    BRMP Bali Gelar Rapat Rutin, Perkuat Sinergi Percepatan Program Strategis Kementerian Pertanian
    29 Jun 2026 - By Admin

tags

balimaju berasorganik brmpbali infopertaniantabanan kearifanlokal kementan pangansehat pertanianberkelanjutan pertanianorganik petanibali ramahlingkungan subakjaka tabanan trihitakarana

Kontak

(0361) 720498, WA Center +6285826262022
(0361) 720498
[email protected] / [email protected]

JL. By Pass Ngurah Rai Gang Pertanian Nomor 1A Pesanggaran, Denpasar Selatan, kota Denpasar 80222, Bali Indonesia

 

© 2026 - 2026 Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Bali. All Right Reserved