BRMP Bali & Petrokimia Gresik Uji Pupuk Organik Hayati untuk Kentang
Tabanan, 4 Agustus 2026 – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali bersama PT Petrokimia Gresik kembali melaksanakan kegiatan uji aplikasi paket teknologi produk organik hayati pada tahun 2026. Kegiatan ini merupakan kelanjutan kerja sama kedua institusi dalam menguji efektivitas produk organik hayati melalui pengujian skala lapang yang dilakukan oleh lembaga independen dan kompeten.
Pengujian tersebut sejalan dengan salah satu tugas dan fungsi BRMP Bali dalam melaksanakan pengujian sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2026. Melalui kegiatan ini, diharapkan diperoleh data ilmiah mengenai efektivitas paket teknologi yang dikembangkan PT Petrokimia Gresik.
Kerja sama ini bukanlah yang pertama. Pada tahun 2025, BRMP Bali juga telah melaksanakan pengujian produk organik hayati PT Petrokimia Gresik pada komoditas padi dan tanaman sayuran di lahan pertanian organik dengan hasil yang menjadi dasar pengembangan pengujian berikutnya.
Pada tahun 2026, pengujian difokuskan pada komoditas kentang sebagai upaya mendukung peningkatan produktivitas kentang nasional. Selama ini, rekomendasi pemupukan kentang dari PT Petrokimia Gresik meliputi penggunaan Petroganik sebanyak 2.000 kg per hektare, NPK Phonska 1.000 kg per hektare, dan ZA 20 kg per hektare. Namun demikian, masih diperlukan pengujian untuk mengetahui efektivitas penambahan paket pupuk organik dan hayati dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman.
Setelah penanaman kentang varietas Granola pada 10 Juli 2026 dan aplikasi pupuk dasar di lahan demplot seluas 10 are, pada 4 Agustus 2026 dilaksanakan aplikasi pupuk perlakuan susulan I menggunakan Phonska Oca Plus. Secara keseluruhan, perlakuan pemupukan dalam penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap, yaitu pemupukan dasar, pemupukan susulan I, dan pemupukan susulan II.
Selain Phonska Oca Plus, paket produk yang diuji juga mencakup Petrobiofertil dan Petrogladiator. Pengujian ini bertujuan memperoleh dosis optimal paket produk organik hayati yang mampu meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman kentang secara berkelanjutan.
Tahapan selanjutnya dalam kegiatan ini adalah melakukan pengamatan pertumbuhan tanaman dan pengambilan data di lapangan sebagai dasar evaluasi efektivitas paket teknologi yang diujikan.
Kegiatan ini tidak hanya melibatkan tim teknis BRMP Bali, tetapi juga mahasiswa magang dari Universitas Mataram. Keterlibatan mahasiswa diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar secara langsung dalam pelaksanaan penelitian dan pengujian teknologi pertanian di lapangan, sekaligus memperkuat kompetensi mereka dalam mendukung modernisasi pertanian Indonesia.