Penerapan Teknologi Pertanian Modern di Subak Sungguan, Gianyar
Gianyar, 4 Maret 2026 – Dalam rangka mendukung peningkatan produksi padi dan percepatan adopsi teknologi pertanian modern, BRMP Bali melaksanakan kegiatan pendataan petani penerap teknologi pertanian modern di Subak Sungguan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Kegiatan dihadiri oleh Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sukawati, Penyuluh BRMP Bali, serta petani penerap teknologi pertanian modern.
Ni Ketut Sudarmini, S.P., M.P., (Penyuluh BRMP Bali) melaporkan salah satu petani yang menjadi objek pendataan adalah I Made Wira Adnyana (71 tahun), beralamat di Banjar Telabah, Desa Sukawati, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Dalam kegiatan budidaya padi, yang bersangkutan secara konsisten menerapkan Varietas Unggul Baru (VUB) dengan varietas berbeda pada setiap musim tanam.
Lebih lanjut disebutkan pada musim tanam berjalan, I Made Wira Adnyana membudidayakan padi varietas Hibrida dengan sistem tanam Jajar Legowo 2:1 pada lahan milik sendiri seluas 0,42 hektar. Penerapan varietas unggul yang dipadukan dengan sistem tanam tersebut memberikan sejumlah keuntungan, antara lain potensi hasil lebih tinggi, jumlah anakan lebih banyak, bulir lebih bernas dan seragam, serta pertumbuhan tanaman yang lebih cepat dan seragam.
Sudarmini juga menyampaikan apresiasinya atas komitmen dan semangat inovasi para petani. "Kami berharap keberhasilan penerapan VUB padi di Subak Sungguan dapat menjadi contoh dan motivasi bagi petani lainnya, baik di Desa Sukawati maupun wilayah sekitar. "Kami yakin dengan pendampingan dan penerapan budidaya yang tepat, produktivitas padi di Kabupaten Gianyar akan lebih meningkat" ujarnya.
Sementata itu Koordinator BPP Kecamatan Sukawati, Ni Ketut Poliadi, SP, juga menyampaikan bahwa padi yang ditanam petani tersebut telah menunjukkan hasil yang positif di Subak Sungguan. "Petani di wilayah ini memiliki semangat tinggi untuk terus mencoba varietas baru sebagai upaya meningkatkan produksi padi. Meskipun harga benih relatif lebih tinggi dibanding varietas biasa, peningkatan produksi yang diperoleh mampu memberikan keuntungan secara ekonomi" jelasnya.
(Sudarmini)