Koordinasi LTT Tahun 2026 di BPP Kintamani Timur Bangli
Bangli, 12 Maret 2026 - Luas Tambah Tanam (LTT) Padi yang menjadi program strategis Kementerian Pertanian untuk mendukung swasembada pangan masih harus tetap dipertahankan. Koordinasi antar petugas, penyuluh dan petani sangat penting dilakukan agar target yang telah ditetapkan dapat terealisasi dengan baik.
Oleh karena itu Tim LTT dari Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP Bali) berkoordinasi ke Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kintamani Timur untuk membahas strategi mencapai target LTT di tahun 2026. Tim BRMP Bali pun diterima langsung oleh Koordinator BPP dan semua Penyuluh di BPP.
Sang Ketut Sukarma S.P, M.Si., selaku koordinator BPP Kintamani Timur mengucapkan terimakasih atas kunjungan dan koordinasi terkait informasi terbaru dan berharap acara kunjungan dapat dilakukan untuk meningkatkan sinergi dan peran Penyuluh di lapangan.
Penanggung jawab LTT untuk Kabupaten Bangli, Ni Ketut Kasih Sukraeni S.P., mempertegas kembali bahwa untuk mencapai target LTT di tahun 2026 peran penyuluh di lapangan dan petani menjadi kunci utamanya, walaupun ada beberapa kendala yang sering dihadapi seperti jaringan irigasi, minimnya sumberdaya untuk pengoperasian alsintan serta alih fungsi lahan.
I Nyoman Gde Surendra Atmaja, S.P., M.P., selaku Katimker/Wilker Kabupaten Bangli Provinsi Bali memaparkan perlu adanya koordinasi dan kolaborasi terus antar Penyuluh karena perubahan yang terus berjalan sehingga kegiatan-kegiatan dilapangan dan administrasi penyuluh dapat berjalan dengan baik.
Sinergitas antar Penyuluh Kementan yang ada di Provinsi Bali dan Kabupaten Bangli untuk mensukseska program Kementan dalam swasembada pangan berkelanjutan.
(Tim LTT Bangli)