Koordinasi LTT, Banpem, dan Tinjauan Produksi Benih serta Bendungan
Jumat, 10 April 2026 - Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Bali (Dr. drh. I Made Rai Yasa, M.P, didampingi Penanggungjawab Luas Tambah Tanam (LTT) Kabupaten Tabanan, I Nengah Duwijana dan Penanggungjawab kegiatan Produksi Benih Sumber Padi I Wayan Sunanjaya melaksanakan koordinasi LTT dan usulan Bantuan Pemerintah (Banpem) serta meninjau kegiatan internal produksi benih sumber padi dan bendungan Telaga Tunjung di Kecamatan Kerambitan. Koordinasi berlangsung di Kantor BPP Kecamatan Kerambitan yang dihadiri oleh Koordinator BPP Kerambitan, Selemadeg Timur dan Pupuan, Kepala UPTD Penyuluhan Kabupaten Tabanan, POPT serta penyuluh lainnya.
Kepala Balai Besar menyatakan, usulan CPCL berkaitan dengan bantuan pemerintah baik benih, irigasi, alsin menggunakan alur yang sudah ditetapkan. "BRMP Bali bertugas, melakukan verifikasi dan validasi usulan CPCL bantuan pemerintah pusat sektor pertanian yang selanjutnya ditindaklanjuti ke Kementerian Pertanian. Tentu dalam pelaksanaannya membutuhkan koordinasi yang efektif sehingga penerima manfaat petani/kelompok tani terlayani dengan baik. Dukungan penyuluh dan dinas terkait sangat dibutuhkan, yang disadari pula bahwa kendala di lapang dipastikan akan ada" jelasnya.
Lebih lanjut dikatakan membangun komunikasi yang efektif baik langsung maupun tidak langsung sangat diharapkan. Koordinator penyuluh mengungkapkan kendala yang ada di lapangan cukup banyak dan wajib menyediakan waktu yang cukup pula untuk pendampingan dan penyediaan data-data dukung yang dibutuhkan.
Pada kegiatan produksi benih, Dimana padi saat ini berumur 14 hari setelah tanam (hst) telah dilaksanakan tahapan pemupukan dan pemeliharaan.
Sementara pantauan lapangan, bersama POPT ditemukan, telur dan kupu-kupu penggerek batang padi. Dengan perhitungan telur yang diperoleh dari tiga titik pengamatan, prakiraan akan terjadi serangan sebesar 1,46% pada 7 sampai 15 hari kedepan meskipun tergolong dibawah ambang ekonomis. Jika memperhitungkan prakiraan susut hasil yg tanpa pengendalian dimungkinkan sebesar 2,462%. Sehingga catatan pentingnya perlu dilakukan pengendalian OPT khususnya penggerek batang padi sampai padi berumur 55 hst.
Pantauan dan diskusi bersama petugas Embung/Bendungan Telaga Tunjung bahwa, bendungan ini menampung aliran air Sungai/Tukad Yeh Hoo dan Tukad Mawa, yang termasuk Daerah Aliran Sungai (DAS) DI Meliling, DI Gadungan dan DI Sungsang untuk memenuhi sawah irigasi seluas 1.335 hektar. Sementara rembesan setelah masuk di area ini dmanfaatkan oleh subak-subak yang tersebar di kecamatan Selemadeg Timur. Volume tampungan bendungan sebesar 1.261.000 M³. Lebih lanjut petugas bendungan Telaga Tunjung menyatakan bahwa pada saat-saat subak krisis air untuk tanaman akan dapat terlayani dengan mengajukan permohonan bantuan air pengairan. Melalui mekanisme yang ada terkait dengan dukungan air irigasi sampai saat belum ada kendala yang berat.