BRMP Bali Hadiri Panen Bersama Padi Inpago 13 Fortis di Subak Paya, Karangasem
Karangasem, 5 Maret 2026 - dalam rangka mendukung swasembada pangan melalui pengembangan padi gogo di Kabupaten Karangasem, dilaksanakan Gerakan Panen Padi Gogo (Varietas Inpago 13 Fortis) di Subak Paya, Desa Manggis, Kecamatan Manggis, Karangasem.
Kegiatan panen bersama dilaksanakan pada demplot padi kerjasama antara Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem dengan PT. Pupuk Indonesia (Persero).
Acara dihadiri oleh Kepala Bidang TPH Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem beserta jajarannya, Balai Besar Penerapan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali, UPTD. BPTPHBUN Provinsi Bali, UPTD BPPP Karangasem, PT. Pupuk Indonedia (Persero), Penyuluh Pertanian Provinsi Bali yang mewilayahi Kabupaten Karangasem, Katimker Penyuluh Karangasem, Koordinator BPP Kecamatan Manggis beserta PPL, Petugas POPT, Perbekel Desa Manggis, Babinsa dan Babinkamtibmas, Pekaseh Subak Paya beserta anggota.
Panen bersama diawali dengan pengambilan ubinan yang dipandu oleh Koordinator BPP dan timnya. Dilaporkan hasil ubinan pada luasan 6,25 m2 (2,5 m x 2,5 m), dengan jumlah rumpun 127, diperoleh 5,00 kg gabah atau produktivitas setara dengan 8,00 ton GKP/ha (kadar air 22,23%).
Kepala Bidang TPH Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem, Dr. I Gusti Lanang Swastika, S.Pt.,M.Pt., dalam arahannya menyampaikan apresiasi atas sinergi semua pihak dalam menyukseskan program swasembada pangan di Kabupaten Karangasem dan dukungan bantuan benih padi gogo dari BPK RI Wilayah Bali dan PT. Pupuk Indonesia atas bantuan pupuk serta pendampingan kegiatan demplot dari sejak awal sampai panen dalam pengembangan padi gogo di Karangasem.
Sementara itu dari BRMP Bali, I Nyoman Adijaya, SP., M.P., menyampaikan kepada petani bahwa melihat dari hasil ubinan yang cukup tinggi yaitu 8,00 ton GKP/ha, tidak kalah dari hasil panen padi sawah. "Disamping itu rasa nasinya lebih pulen dibandingkan dengan padi Inpago 9, sehingga mempunyai peluang yang sangat besar di untuk dikembangkan wilayah Kabupaten Karangasem" jelasnya.
Penyuluh Provinsi Bali, I Made Oka Parwata, M.MA., menyampaikan penanaman padi Inpago 13 Fortis merupakan salah satu solusi pemanfaatan lahan sawah karena kendala air irigasi dimana terjadi pergiliran pemanfaatan air antar Subak. Lahan subak yang tidak maksimal mendapatkan giliran air irigasi inilah di tanami padi Inpago 13 Fortis. Karena dalam budidayanya padi Inpago 13 Fortis hanya membutuhkan air pada saat awal penanaman dan saat berbunga.
Namun kelemahan yang harus diperhatikan menurut Oka Parwata yaitu pada saat tertentu pertumbuhan gulmanya cukup tinggi. Ia juga mengatakan karena hasil panen ubinan hari ini yang cukup memuaskan akan terus mendorong petani untuk pengembangan Inpago 13 Fortis yang lebih luas, sehingga dapat meningkatkan IP dari 1 menjadi 2-3.
UPTD. BPTPHBUN Provinsi Bali, Desak Made Megandini, S.TP menyampaikan bahwa benih padi Inpago 13 Fortis yang digunakan dalam kegiatan demplot ini telah tersertifikasi dan telah sesuai dengan karakteristiknya, sehingga kedepan perlu dikembangjkan ke Subak lain diwilayah Kabupaten Karangasem. "Selain benih padi Inpago 13 Fortis juga banyak jenis padi gogo seperti Inpago 8,9, Situbagendit, Situpatonggang yang mempunyai karakteristik yang berbeda" ujarnya.
Ketua Tim dari PT. Pupuk Indonesia menyampaikan bahwa pelaksanaan demplot ini merupakan tanggungjawab PT. Pupuk Indonesia. Dengan hasil panen yang cukup memuaskan petani bisa mandiri dengan harapan agar nantinya petani bisa sebagai narasumber bila kedepanya ada demplot semacam ini, sehingga keberhasilan dalam pengembangan padi Inpagi 13 Fortis di Kabupaten Karangasem lebih meningkat.
Terakhir Pekaseh Subak Paya, I Made Budiasa menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan benih padi Inpago 13 Fortis, pupuk serta pendampingan dari semua pihak sehingga hari ini bisa dipanen. "Dengan diperkenalkannya padi Inpago 13 Fortis, kami optimis dapat menanam lebih dari sekali dalam setahun. Permasalahan terkait jaringan irigasi seperti saluran irigasi yang jebol dan masalah alsintan seperti bantuan mesin traktor kami harapkan mendapat perhatian dari pemerintah" ungkapnya.
(Tim LTT Karangasem)