Pakan Sesuai SNI, Kunci Tingkatkan Produktivitas Itik Pedaging
Gianyar, 20 Januari 2026 – Keberhasilan usaha ternak itik pedaging tidak hanya ditentukan oleh bibit unggul dan manajemen pemeliharaan, tetapi juga sangat bergantung pada kualitas pakan yang diberikan. Untuk menjamin mutu dan keamanan pakan itik pedaging, Badan Standardisasi Nasional (BSN) telah menetapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 8508:2018 tentang Pakan Itik Pedaging Penggemukan.
Menurut I Made Londra, S.Pt., M.P., Analis Standardisasi Ahli Madya BRMP Bali, menyampaikan bahwa ini menjadi acuan penting bagi produsen pakan, peternak, maupun pemangku kepentingan di bidang peternakan unggas. Dalam SNI 8508:2018 diatur persyaratan mutu pakan itik pedaging umur di atas 30 hari, mulai dari kandungan gizi, keamanan pakan, hingga tata cara penandaan dan pengemasan.
"Secara teknis, pakan itik pedaging wajib memenuhi kandungan protein kasar minimal 18 persen dan energi metabolis minimal 2.900 kkal per kilogram. Selain itu, kadar air, serat kasar, abu, serta kandungan mineral seperti kalsium dan fosfor juga dibatasi agar pakan tetap berkualitas, mudah dicerna, dan aman dikonsumsi ternak.Aspek keamanan pakan menjadi perhatian utama dalam standar ini" jelasnya.
Disebutkan juga pakan harus terbebas dari cemaran berbahaya, termasuk aflatoksin yang dapat mengganggu kesehatan itik dan berpotensi berdampak pada keamanan produk pangan asal ternak. Penggunaan bahan imbuhan dan pelengkap pakan pun diwajibkan mengikuti ketentuan peraturan perundangan yang berlaku.Tidak kalah penting, SNI 8508:2018 mengatur kewajiban penandaan atau pelabelan pakan.
Label pakan harus mencantumkan informasi lengkap, seperti kandungan nutrisi, bahan baku, cara penggunaan, hingga identitas produsen. Dengan demikian, peternak memperoleh kepastian mutu dan dapat menggunakan pakan secara tepat sesuai peruntukannya.
Penerapan pakan sesuai SNI diharapkan mampu meningkatkan produktivitas itik pedaging, menekan risiko kerugian akibat pakan bermutu rendah, serta memperkuat daya saing usaha peternakan itik nasional. Dengan pakan yang terstandar, peternakan itik Indonesia diarahkan menjadi lebih efisien, aman, dan berkelanjutan.
Sementara itu menurut I Wayan Warga, peternak itik sekaligus penangkar padi di Desa Medahan, Kabupaten Gianyar. Ia menyampaikan bahwa penerapan pakan berkualitas sesuai standar sangat berpengaruh terhadap tingkat produksi ternaknya. Dari 450 ekor itik pedaging yang dipelihara, rata-rata menghasilkan sekitar 285 butir telur per hari atau setara dengan 63 persen tingkat produksi harian. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemenuhan pakan yang tepat mampu menjaga produktivitas ternak secara optimal.