Penggunaan Rice Transplater Mendukung Perbenihan Padi di Kabupaten Badung
Badung, 9 Januari 2026 - Peningkatan ketersediaan benih padi bermutu merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung produktivitas dan keberlanjutan pertanian padi. Kabupaten Badung sebagai salah satu sentra pertanian padi di Provinsi Bali terus mendorong penguatan perbenihan melalui penerapan teknologi budidaya dan mekanisasi pertanian.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah penerapan tanam padi menggunakan alat mesin pertanian (rice transplanter) guna meningkatkan efisiensi tanam, menekan biaya tenaga kerja, serta menjamin keseragaman pertanaman.
Sehubungan dengan hal tersebut, dilaksanakan kegiatan tanam padi sebagai bagian dari dukungan terhadap perbenihan padi di Kabupaten Badung, sekaligus sebagai sarana pembelajaran dan adaptasi teknologi bagi petani di tingkat subak.
Sehubungan dengan hal tersebut dilaksanakan kegiatan tanam padi menggunakan alat mesin pertanian berupa rice transplanter dalam rangka mendukung pengembangan perbenihan padi di Kabupaten Badung. Kegiatan ini bertempat di Subak Delodsema, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, dan melibatkan petani setempat bersama pendamping teknik.
Penanaman padi dilakukan dengan Tahapan kegiatannya meliputi persiapan lahan, persemaian bibit, serta pengaturan dan penyesuaian transplanter sebelum penanaman. Lahan dipersiapkan hingga kondisi berlumpur sempurna agar alat dapat beroperasi secara optimal. Bibit padi disemai dengan baik dan umur bibit 15 hari dilakukan penanaman.
Menurut Pekaseh Subak Dlodsema, Gede Adnyana, masih diperlukan pelatihan lebih lanjut bagi petani dalam penggunaan transplanter. Pada pelaksanaan kegiatan ditemukan kendala teknis, di mana salah satu komponen transplanter, yaitu roda ketiga, tidak dapat berjalan dengan baik sehingga pada beberapa bagian lahan penanaman harus dilakukan secara manual.
Meskipun demikian, petani yang hadir memberikan respons sangat positif terhadap penerapan tanam padi menggunakan transplanter. Petani menilai mekanisasi tanam mampu mempercepat pekerjaan, mengurangi ketergantungan tenaga kerja, serta berpotensi meningkatkan efisiensi usaha tani padi.
Kegiatan tanam padi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan petani dalam penerapan mekanisasi pertanian serta mendukung penyediaan benih padi bermutu di Kabupaten Badung secara berkelanjutan.