• Jl. By Pass Ngurah rai
  • (0361) 720498, WA Center +6285826262022
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Layanan
Thumb
7 dilihat       13 Januari 2026

Upaya Menjaga Ketahanan Pangan, Klungkung Perkuat Data dan Koordinasi LTT

Klungkung, 12 Januari 2026– Upaya menjaga ketahanan pangan tidak hanya dilakukan melalui peningkatan produksi, tetapi juga dengan memastikan data pertanian yang akurat dan terkoordinasi dengan baik. Hal inilah yang menjadi fokus utama Rapat Koordinasi Luas Tambah Tanam (LTT) Padi yang digelar di Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung.
Rapat ini menjadi ajang penting untuk menyamakan persepsi antar pemangku kepentingan, sekaligus mengevaluasi capaian LTT dan kondisi terkini luas baku sawah. Di tengah perubahan sistem pendataan dari pemerintah pusat, koordinasi menjadi kunci agar program pertanian tetap berjalan efektif dan tepat sasaran.
Program Luas Tambah Tanam (LTT) merupakan salah satu strategi utama pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan, khususnya beras. Melalui LTT, lahan sawah yang ada dioptimalkan agar dapat ditanami secara maksimal sesuai dengan musim dan ketersediaan air. Dengan demikian, produksi padi dapat terus ditingkatkan tanpa harus membuka lahan baru.
Bagi Kabupaten Klungkung, termasuk Kecamatan Dawan, LTT memiliki peran strategis mengingat wilayah ini masih menjadi salah satu sentra produksi padi. Namun, keberhasilan LTT tidak hanya ditentukan oleh luas tanam di lapangan, melainkan juga oleh akurasi data yang dilaporkan. Data yang tepat menjadi dasar dalam perencanaan tanam, distribusi bantuan, hingga evaluasi program.
Dalam rapat koordinasi tersebut, Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung, I Gusti Made Ardana, S.P., menyampaikan bahwa pencatatan data LTT di lapangan saat ini masih dalam tahap penyesuaian. Ia menjelaskan, adanya perubahan sistem dan kebijakan pendataan dari pemerintah pusat berdampak langsung pada mekanisme pelaporan di daerah. Kondisi ini membuat pencatatan data belum sepenuhnya optimal, terutama pada masa transisi sistem. “Saat ini memang masih ada penyesuaian karena perubahan kebijakan di pusat. Namun ke depan, pencatatan data LTT akan kita maksimalkan sesuai petunjuk pusat,” ujarnya.
Menurutnya, penyesuaian tersebut membutuhkan waktu, pemahaman bersama, serta peningkatan koordinasi antarpetugas. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendampingi petugas lapangan agar mampu mengikuti sistem pendataan terbaru dengan baik.
Selain membahas LTT, rapat koordinasi juga menyoroti hasil pemutakhiran Luas Baku Sawah (LBS) di Kecamatan Dawan. Petugas data kecamatan, I Komang Widiarta, menyampaikan bahwa berdasarkan data terbaru, luas baku sawah di wilayah tersebut mengalami penurunan. LBS yang sebelumnya tercatat seluas 564 hektare, kini disesuaikan menjadi 557,84 hektare. Penurunan ini merupakan hasil dari proses verifikasi dan pembaruan data yang dilakukan secara lebih detail dan akurat.
Perubahan tersebut, menurutnya, tidak terlepas dari hasil pemetaan ulang serta penyesuaian data lapangan. Meski penurunannya tidak terlalu besar, data ini memiliki dampak penting dalam perencanaan target tanam dan produksi padi.
Luas baku sawah merupakan fondasi utama dalam perhitungan potensi tanam dan produksi padi. Oleh karena itu, data yang akurat menjadi sangat penting agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kondisi lapangan.
Dengan adanya penyesuaian LBS, pemerintah daerah dapat menyusun target LTT yang lebih realistis. Selain itu, strategi peningkatan produksi dapat diarahkan pada peningkatan indeks pertanaman, pemanfaatan teknologi pertanian, serta pengelolaan irigasi yang lebih efisien. Rapat koordinasi ini juga menjadi momentum untuk mengingatkan kembali pentingnya peran petugas lapangan, khususnya penyuluh pertanian dan petugas data, sebagai ujung tombak dalam pengumpulan dan pelaporan data pertanian.
Keberhasilan program LTT tidak bisa dilepaskan dari peran aktif petani. Pelaporan tanam yang tepat waktu dan sesuai kondisi lapangan akan sangat membantu pemerintah dalam menyusun kebijakan yang akurat. Di sisi lain, penyuluh pertanian lapangan (PPL) memiliki peran strategis dalam mendampingi petani, sekaligus menjembatani kebijakan pemerintah dengan praktik budidaya di sawah. Melalui pendampingan yang intensif, diharapkan petani semakin memahami pentingnya menjaga lahan sawah dan melaporkan kegiatan tanam secara benar.
Rapat koordinasi di Kecamatan Dawan menjadi contoh bagaimana komunikasi yang baik antara pemerintah, petugas lapangan, dan petani dapat memperkuat pelaksanaan program pertanian. Ke depan, Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung menargetkan penguatan LTT melalui beberapa langkah strategis. Di antaranya adalah peningkatan akurasi data, optimalisasi lahan sawah yang ada, serta penguatan kapasitas petugas lapangan. Selain itu, koordinasi lintas sektor juga terus ditingkatkan, terutama dalam mengatasi kendala irigasi dan alih fungsi lahan. Dengan kerja sama yang solid, diharapkan Kecamatan Dawan mampu mempertahankan perannya sebagai salah satu wilayah penyangga produksi padi di Kabupaten Klungkung.
Rapat Koordinasi LTT di Kecamatan Dawan menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan melalui tata kelola pertanian yang lebih baik. Penyesuaian data dan sistem pendataan bukanlah hambatan, melainkan bagian dari proses menuju perencanaan yang lebih akurat dan berkelanjutan. Dengan dukungan semua pihak—pemerintah, petugas lapangan, dan petani—program LTT di Kecamatan Dawan diharapkan semakin optimal dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan daerah dan nasional.
(Md.Londra)
Prev Next

- zulfachry reza


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    BRMP Bali Hadiri Rapat Koordinasi Percepatan LTT di Kecamatan Klungkung
    16 Jan 2026 - By zulfachry reza
  • Thumb
    Rakor LTT di Banjarangkan; Menjaga Irama Tanam Padi di Tengah Perbaikan Irigasi
    16 Jan 2026 - By zulfachry reza
  • Thumb
    Penggunaan Rice Transplater Mendukung Perbenihan Padi di Kabupaten Badung
    10 Jan 2026 - By zulfachry reza
  • Thumb
    BRMP BALI AUDIENSI KE KOREM 163 WIRASATYA DENPASAR BAHAS PERMASALAHAN LTT DI BALI
    09 Jan 2026 - By zulfachry reza

tags

Bali Bali Data Pertanian Dinas Pertanian Kecamatan Dawan Ketahanan Pangan Klungkung LTT Luas Baku Sawah Luas Tambah Tanam Padi

Kontak

(0361) 720498, WA Center +6285826262022
(0361) 720498
[email protected]

JL. By Pass Ngurah Rai Gang Pertanian Nomor 1A Pesanggaran, Denpasar Selatan, kota Denpasar 80222, Bali Indonesia

 

© 2025 - 2026 Balai Penerapan Modernisasi Pertanian Bali. All Right Reserved