• Jl. By Pass Ngurah rai
  • (0361) 720498, WA Center +6285826262022
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Layanan
Thumb
151 dilihat       21 November 2025

Kunjungan Kerja Panja RUU Pangan Komisi IV DPR RI Serap Aspirasi Petani Bali

Denpasar, 21 November 2025 - Komisi IV DPR RI melaksanakan Kunjungan Kerja Panja Rancangan Undang-Undang (RUU) Pangan ke Provinsi Bali. Rapat Panja bertempat di Kantor BRMP Bali dihadiri oleh Pimpinan dan Anggota Komisi IV DPR RI, Kepala BRMP Kementan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi, Kepala Badan Karantina Pertanian, Bulog, UPT Kementan di Bali, BBKHIT Bali, KKP DJPB, ID Food, PT Pupuk Indonesia Perwakilan Pekaseh dan Petani Subak, serta instansi terkait lainnya baik pusat maupun daerah.
Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariayadi, S.E., (Titiek Soeharto) dalam arahannya menjelaskan tujuan Kunjungan Kerja Panja RUU Pangan adalah untuk mendengarkan langsung dari pemerintah daerah, dan petani serta pelaku usaha terkait pengelolaan pangan di Bali. "Mengingat Bali memiliki kekhasan dalam tata kelola pangan. "Sistem subak yang menjadi warisan budaya dunia di Bali menunjukkan pertanian Bali dibangun dengan kebersamaan dan keseimbangan yang sangat baik" jelasnya.
Selanjutnya Titiek Soeharto juga menyampaikan bahwa saat ini Komisi IV DPR RI telah menyusun Rancangan Undang-Undang (RUU) atas perubahan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan. "Pemenuhan regulasi ini menjadi kebutuhan mendesak mengingat sektor pangan menjadi kebutuhan utama sektor pangan merupakan pondasi utama pertahanan nasional dalam situasi global yang semakin dinamis ketergantungan terhadap import komoditas strategis fluktuasi harga pangan dan ancaman perubahan iklim menuntut adanya aturan yang lebih responsif. Regulasi pangan ke depan diharapkan tidak hanya menjawab persoalan produksi, distribusi dan stabilitasi harga tetapi juga memastikan hak masyarakat atas pangan yang aman, bergizi dan terjangkau" paparnya.
Dalam kesempatan itu Kepala Badan Perakitan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementan, Prof. Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si., mengungkapkan peran BRMP terhadap pembangunan Pertanian di Indonesia "BRMP memiliki UPT di Setiap Provinsi di Indonesia. BRMP sendiri memiliki 401 orang penyuluh yang siap mengawal petani. "Totalnya SDM kita sebanyak lima ribuan siap mendukung tugas dan fungsi BRMP. Tugas dan fungsi UPT di Provinsi adalah berkoordinasi dengan Gubernur, Bupati dan Dinas terkait, mengawal dan mendampingi petani, bagaimana teknologi pertanian itu bisa sampai ke petani" jelasnya.
Sementara Kepala BRMP Bali, Dr. I Made Rai Yasa, M.P., memaparkan bahwa Bali memiliki kekhasan tersendiri. "Luas Bali lebih kecil dari kabupaten Banyuwangi tetapi Bali memiliki potensi pasar yang cukup besar. Masyarakat Bali membutuhkan pangan yang cukup banyak karena penduduk Bali sebanyak 4,3 juta jiwa ditambah wisatawan Domestik 10 juta jiwa dan wisatawan asing kurang lebih 6 juta jiwa. Jadi Bali harus menyediakan pangan untuk 20 juta orang" ungkapnya.
Selain itu Rai Yasa juga menyampaikan Alih fungsi lahan di Bali cukup tinggi. "Maka dari itu mohon nanti program-program pemanfaatan lahan pekarangan diarahkan untuk Bali sekaligus sebagai wahana percontohan ketahanan pangan keluarga. Selain itu karena pelaksanaan adat istiadat, kebutuhan akan kelapa di Bali sangat tinggi khususnya kelapa genjah, mohon dipertimbangkan untuk pengembangan kelapa genjah di Bali" ungkapnya.
Kepala BRMP Bali juga menyampaikan beberapa peran strategis dalam mendukung pertanian Bali, "Karena kebutuhan pasar di Bali adalah pariwisata maka kami telah mengembangkan beberapa padi khusus salah satunya beras "Basmati" Produk BRMP yang memiliki nilai jual lebih tinggi dari beras biasa yaitu selisih Rp. 2.000 dari beras biasa. ini sangat diminati petani karena produksinya tinggi dan menguntungkan bagi petani" jelasnya.
Sebagai penutup rapat ketua Komisi IV DPR RI menyampaikan beberapa kesimpulan yaitu terkait fungsi Bulog untuk dipertimbangkan tidak hanya sebagai cadangan beras tetapi juga mengelola cadangan jenis pangan lainnya. Selain itu yang menjadi bahan pertimbangan DPR juga menyinggung terkait pengembalian fungsi penelitian ke Kementerian masing-masing. "Penelitian yang sifatnya sektoral sebaiknya kembalikan ke Kementerian masing-masing agar lebih efektif" ujarnya.
Mengakhiri acara kunjungan kerja Pimpinan dan seluruh anggota Komisi IV DPR RI menyerahkan bantuan pangan kepada beberapa perwakilan petani dilanjutkan melakukan tanam bersama jeruk Bali di Taman Agro Edu Wisata BRMP Bali diikuti oleh seluruh peserta dan undangan yang hadir. Saat berkeliling melihat-lihat display BRMP Bali Ketua dan Anggota Komisi IV pun terlihat sangat tertarik dengan produk-produk pertanian Bali seperti salak, beras, dan sorgum. Yang menjadi perhatian Ibu Ketua adalah tanaman jamblang yang sedang berbuah di halaman kantor BRMP Bali karena mengingatkan akan masa kecilnya dulu.
Prev Next

- Administrator


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    Pakan Sesuai SNI, Kunci Tingkatkan Produktivitas Itik Pedaging
    20 Jan 2026 - By zulfachry reza
  • Thumb
    Rakor LTT di Banjarangkan; Menjaga Irama Tanam Padi di Tengah Perbaikan Irigasi
    16 Jan 2026 - By zulfachry reza
  • Thumb
    BRMP Bali Hadiri Rapat Koordinasi Percepatan LTT di Kecamatan Klungkung
    16 Jan 2026 - By zulfachry reza
  • Thumb
    Upaya Menjaga Ketahanan Pangan, Klungkung Perkuat Data dan Koordinasi LTT
    13 Jan 2026 - By zulfachry reza
  • Thumb
    Penggunaan Rice Transplater Mendukung Perbenihan Padi di Kabupaten Badung
    10 Jan 2026 - By zulfachry reza

tags

BRMP Bali Denpasar Komisi IV DPR RI RUU Pangan Titiek Soeharto alih fungsi lahan beras basmati kelapa genjah ketahanan pangan pertanian pertanian subak

Kontak

(0361) 720498, WA Center +6285826262022
(0361) 720498
[email protected]

JL. By Pass Ngurah Rai Gang Pertanian Nomor 1A Pesanggaran, Denpasar Selatan, kota Denpasar 80222, Bali Indonesia

 

© 2025 - 2026 Balai Penerapan Modernisasi Pertanian Bali. All Right Reserved