Koordinasi Lembaga Penerap SNI Perkuat Standardisasi Produk Pertanian di Bali
Denpasar, 12 Februari - Upaya peningkatan daya saing produk pertanian Bali terus diperkuat melalui koordinasi antar Lembaga Penerap Standar Nasional Indonesia (SNI) di Bali. Dalam kegiatan koordinasi yang dilaksanakan di Dinas Pertanian Provinsi Bali, Kepala Dinas menegaskan pentingnya sinergi berkelanjutan antara pemerintah daerah, lembaga penerap SNI, serta pengguna standar di tingkat lapangan.
Menurut Kepala Dinas Pertanian Provinsi Bali, penerapan SNI tidak hanya berfungsi sebagai pedoman teknis produksi, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam menjamin mutu, keamanan, dan konsistensi produk pertanian. Oleh karena itu, koordinasi yang intensif diperlukan agar pemanfaatan SNI benar-benar dipahami dan diterapkan oleh lembaga pengguna, seperti kelompok tani, UMKM pertanian, hingga unit pengolahan hasil. “Standar harus dimanfaatkan secara nyata di lapangan. Koordinasi ini penting agar lembaga pengguna mampu menerapkan SNI secara konsisten, sehingga produk pertanian Bali memiliki kualitas yang seragam dan mampu bersaing di pasar,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan BSMKP menyampaikan bahwa penerapan SNI di tingkat pengguna harus didukung oleh Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas dan terstruktur. SOP menjadi acuan utama dalam setiap tahapan produksi, mulai dari pengelolaan bahan baku, proses budidaya atau pengolahan, hingga penanganan pascapanen.
PMAP menekankan bahwa SOP yang disusun dan diterapkan secara disiplin akan memudahkan lembaga pengguna dalam memenuhi persyaratan SNI. Selain itu, SOP juga berperan dalam meningkatkan efisiensi proses produksi serta meminimalkan risiko penyimpangan mutu produk.
Melalui kegiatan koordinasi ini, diharapkan terbangun kesamaan pemahaman antara pembina, pendamping, dan pengguna SNI di sektor pertanian. Sinergi tersebut menjadi kunci dalam mempercepat penerapan standar, sekaligus mendorong terwujudnya produk pertanian Bali yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan.
(Made Londra)