• Jl. By Pass Ngurah rai
  • (0361) 720498, WA Center +6285826262022
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Layanan
Thumb
8 dilihat       29 April 2026

CARA PENENTUAN KUALITAS MUTU BIJI KOPI BERDASARKAN NILAI CACAT (DEFECT)

Mutu biji kopi ditetapkan dengan SNI 01-2907-2008 yang menyangkut mutu biji secara umum dan khusus. Mutu biji kopi secara umum harus bebas dari serangga hidup, biji berbau busuk dan atau berbau kapang, kadar air maksimal 12,5% serta kadar kotoran 0,5%. Sedangkan mutu secara khusus berdasarkan sistem nilai cacat dibagi menjadi mutu 1 sampai 6 (sesuai tabel 1) dan masing - masing bobot nilai satuan cacat seperti pada tabel 2.

Indonesia telah menerapkan standar eksport kopi biji berdasarkan sistem nilai cacat sejak tahun 1990 menggantikan sistem Triase (bobot per bobot). Disamping dengan mempertimbangkan perkembangan pasar global dan persyaratan internasional juga memperhatikan sebagian Resolusi ICO (Internasional Coffee Organization) No: 407 tentang “Coffee Quality Improvement Program”. Resolusi  ICO 407 adalah kebijakan Internasioal Coffee Organization (ICO) yang diberlakukan sejak 1 Oktober 2002 untuk melarang perdagangan kopi mutu rendah.

Penentuan nilai cacat biji kopi dilakukan dengan menghitung total nilai cacat dari 300 gram sampel berdasarkan standar SNI 01-2907-2008. Biji dipisahkan berdasarkan jenis cacat (hitam, berlubang, berjamur dll), dimana setiap jenis cacat memiliki bobot nilai tertentu. Total nilai cacat menentukan grade mutu biji kopi.

Tabel 1. Penggolongan mutu biji kopi rubusta dan arabika berdasarkan nilai cacat (SNI 01-2907-2008)

MUTU PERSYARATAN
Mutu 1 Jumlah nilai cacat maksimum 11*
Mutu 2 Jumlah nilai cacat 12 s/d 25
Mutu 3 Jumlah nilai cacat 26 s/d 44
Mutu 4a Jumlah nilai cacat 45 s/d 60
Mutu 4b Jumlah nilai cacat 61 s/d 80
Mutu 5 Jumlah nilai cacat 81 s//d 150
Mutu 6 Jumlah nilai cacat 151 s/d 225

CATATAN. Untuk kopi arabika mutu 4 tidak dibagi menjadi sub mutu 4a dan 4b. Penentuan besarnya nilai cacat dari setiap biji cacat dicantumkan dalam tabel 2.
*untuk kopi peaberry dan polyembrio

 

Tabel 2. Penentuan besarnya nilai cacat biji kopi

No Jenis Cacat Nilai Cacat
1 Jenis Cacat 1 (satu)
2 1 (satu) biji hitam sebagian 1/2 (setengah)
3 1 (satu) biji hitam pecah 1/2 (setengah)
4 1 (satu) kopi gelondong 1 (satu)
5 1 (satu) biji coklat 1/4 (seperempat)
6 1 (satu) kulit kopi ukuran besar 1 (satu)
7 1 (satu) kulit kopi ukuran sedang 1/2 (setengah)
8 1 (satu) kulit kopi ukuran kecil 1/5 (seperlima)
9 1 (satu) biji berkulit tanduk 1/2 (setengah)
10 1 (satu) biji berkulit tanduk 1/2 (setengah)
11 1 (satu) kulit tanduk ukuran sedang 1/5 (seperlima)
12 1 (satu) kulit tanduk ukuran kecil 1/10 (sepersepuluh)
13 1 (satu) biji pecah 1/5 (seperlima)
14 1 (satu) biji muda 1/5 (seperlima)
15 1 (satu) biji berlubang satu 1/10 (sepersepuluh)
16 1 (satu) biji berlubang lebih dari satu 1/5 (seperlima)
17 1 (satu) biji bertutul-tutul 1/10 (sepersepuluh)
18 1 (satu) ranting, tanah atau batu berukuran besar 5 (lima)
19 1 (satu) ranting, tanah atau batu berukuran sedang 2 (dua)
20 1 (satu) ranting, tanah atau batu berukuran kecil 1 (satu)

KETERANGAN: Jumlah nilai cacat dihitung dari contoh uji seberat 300 gr. Jika satu biji kopi mempunyai lebih dari satu nilai cact, maka penentuan nilai cacat tersebut berdasarkan pada bobot nilai cacat terbesar.

Untuk mengetahui tingkat mutu biji kopi (green bean) yang dihasilkan oleh Unit Pengolahan Hasil (UPH) yang siap dipasarkan  perlu dilakukan uji mutu biji kopi berdasarkan nilai cacat, berikut langkah kerjanya:

  1. Langkah kerja untuk menentukan mutu biji kopi berdasarkan nilai cacat:
    Pengambilan Sampel: 
    Ambil sampel biji kopi (green bean) sebanyak 300 gram
  2. Sortasi biji cacat :
    Pisahkan biji yang cacat dari biji normal serta benda asing.
  3. Identifikasi jenis cacat: 
    Kelompokkan biji cacat berdasarkan jenisnya (contoh biji hitam, pecah, berlubah dll sesuai tabel 2.
  4. Penghitungan Nilai cacat: 
    Hitung total nilai cacat yang didapat  dengan cara mengalikan jumlah cacat yang diperoleh dari 300 gr sampel dengan bobot nilai jenis cacat per satuan, dengan mengisi form penilaian seperti pada tabel 3
  5. Tentukan kualitas : 
    Tentukan kualitas mutu biji kopi berdasarkan total perhitungan jumlah nilai cacat yang didapat dengan mengisi ceklis (√) pada tabel 4.

Tabel 3. Form Pengamatan penentuan kualitas mutu biji kopi

No Jenis Cacat Nilai Cacat per satuan Jumlah Cacat Total Nilai Cacat
1 1 (satu) biji hitam 1    
2 1 (satu) biji hitam sebagian 0.5    
3 1 (satu) biji hitam pecah 0.5    
4 1 (satu) kopi gelondong    1 1    
5 1 (satu) biji coklat    0,25 0.25    
6 1 (satu) kulit kopi ukuran besar 1    
7 1 (satu) kulit kopi ukuran sedang 0.5    
8 1 (satu) kulit kopi ukuran kecil 0.2    
9 1 (satu) biji berkulit tanduk     0,5 0.5    
10 1 (satu) kulit tanduk ukuran besar 0.5    
11 1 (satu) kulit tanduk ukuran sedang 0.2    
12 1 (satu) kulit tanduk ukuran kecil 0.1    
13 1 (satu) biji pecah 0.2    
14 1 (satu) biji muda 0.2    
15 1 (satu) biji berlubang satu 0.1    
16 1 (satu) biji berlubang lebih dari satu 0.2    
17 1 (satu) biji bertutul-tutul 0.1    
18 1 (satu) ranting, tanah atau batu berukuran besar 5    
19 1 (satu) ranting, tanah atau batu berukuran sedang 2    
20 1 (satu) ranting, tanah atau batu berukuran kecil 1    

KETERANGAN: Jumlah nilai cacat dihitung dari contoh uji seberat 300 gr. Jika satu biji kopi mempunyai lebih dari satu nilai cact, maka penentuan nilai cacat tersebut berdasarkan pada bobot nilai cacat terbesar


Tabel 4. Ceklist Mutu Biji Kopi

MUTU PERSYARATAN (per 300 gram) Beri tanda (√) Mutu
Mutu 1 Jumlah nilai cacat maksimum 11  
Mutu 2 Jumlah nilai cacat 12 s/d 25  
Mutu 3 Jumlah nilai cacat 26 s/d 44  
Mutu 4a Jumlah nilai cacat 45 s/d 60  
Mutu 4b Jumlah nilai cacat 61 s/d 80  
Mutu 5 Jumlah nilai cacat 81 s//d 150  
Mutu 6 Jumlah nilai cacat 151 s/d 225  

Catatan : 1) untuk kopi arabika mutu 4 tidak dibagi menjadi sub mutu 4a dan 4b; 2) jumlah nilai cacat dihitung dari contoh uji seberat 300g, dan 3) jika satu biji kopi mempunyai lebih dari satu nilai cacat, maka penentuan nilai cacat tersebut didasarkan pada bobot nilai cacat terbesar.

Cacat biji kopi (defect) akan berpengaruh terhadap karakteristik cita rasa kopi serta cacat rasa terhadap seduhan kopi. Berikut penyebab biji cacat dan pengaruhnya terhadap Karakterik Citarasa dan cacat rasa yang ditimbulkan oleh masing-masing jenis cacat biji kopi (Tabel 5).

Tabel 5. Penyebab  Biji Cacat dan Pengaruhnya terhadap Karakteristik Citarasa.

JENIS CACAT GAMBAR     PENYEBAB KARAKTERIKTIK CITARASA CACAT RASA
Biji Pecah - Kesalahan pengolahan (setelan huller kurang pass)
- Genetis (polyembryo)
- Bitterness tinggi
- Acidity turun
- Body kurang
- Flavor kurang
- Aroma kurang
Cereal, woody, burnt
Pecahan biji - Kesalahan pengolahan (setelah huller kurang pass)
- Genetis (polyembryo)
- Bitterness tinggi
- Acidity turun
- Body kurang
- Flavor kurang
- Aroma kurang
Cereal, woody, burnt
Biji berlubang - terserang hama penggerek buah kopi (Hypothenemus hampei) - Bitterness tinggi
- Flavor kurang sedikit
- Aroma kurang sedikit
- Acidity turun
- Body kurang sedikit
Earthy, moldy
Biji berlubang lebih dari satu - buah kopi terserang hama penggerek buah kopi (Hypothenemus hampei) - Bitterness tinggi
- Aroma sangat kurang
- Flavor Tarry
- Acidity turun
- Body sangat kurang
- Flavor sangat kurang
Earthy, moldy
Biji hitam - Fisiologis (kekurangan nutrisi di pertanaman)
Terserang jamur :
Di pertanaman
Pada penyimpanan
- Bitterness tinggi
- Aroma kopi tidak ada
- Flavor kopi tidak ada
- Acidity tidak ada
- Body sangat kurang
moldy, earthy, stink, harsh, ashy.
Biji hitam sebagaian - Fisiologis (kekurangan nutrisi di pertanaman)
Terserang jamur :
Di pertanaman
Pada penyimpanan
Bitterness tinggi
Aroma amat lemah
Flavor kopi amat lemah
Acidity lemah
Body sangat lemah
moldy, earthy, stink, bau ikan busuk
Biji Hitam pecah - Fisiologis (kekurangan nutrisi di pertanaman)
Terserang jamur :
Di pertanaman
Pada penyimpanan
Kesalahan pengolahan (penyetelan huller)
- Bitterness tinggi
- Aroma amat lemah
- Flavor kopi amat lemah
- Acidity lemah
- Body sangat lemah
moldy, earthy, stink, bau ikan busuk
Biji berjamur - kesalahan pada penyimpanan (kopi disimpan pada kondisi lembab dalam waktu yang lama). - Bitterness tinggi
- Aroma tidak ada
- Flavor kopi amat lemah
- Acidity tidak ada
- Body sedang
moldy, earthy, stink
Biji berkulit tanduk - buah tidak terkupas, karena ukurannya kecil - karakteristik cita rasa menurun
menimbulkan cacat cita rasa
karakteristik cita rasa menurun
menimbulkan cacat cita rasa
Kopi berkulit tanduk (Parchment) ; - kulit tanduk tidak terkupas pada saat hulling) - karakteristik cita rasa lebih lemah.
mengandung cacat cita rasa
woody, chemicals

 

Prev Next

- Admin


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    Alat dan Mesin Pertanian Pada Budidaya Padi
    24 Apr 2026 - By Admin
  • Thumb
    Penerapan Teknologi Pertanian Modern di Subak Bonnyuh Gianyar
    23 Apr 2026 - By Admin
  • Thumb
    BRMP Bali Hadiri Rapat Koordinasi Data Tanaman Pangan Dan Hortikultura 2026 di Gianyar
    23 Apr 2026 - By Admin
  • Thumb
    Budidaya Ayam KUB
    22 Apr 2026 - By Admin

tags

BRMP Bali Benih Unggul Berita Pertanian Bali Ketahanan Pangan Modernisasi Pertanian Padi Gogo Padi Situbagendit Panen Padi Pertanian Karangasem Subak Bali Swasembada Pangan

Kontak

(0361) 720498, WA Center +6285826262022
(0361) 720498
[email protected]

JL. By Pass Ngurah Rai Gang Pertanian Nomor 1A Pesanggaran, Denpasar Selatan, kota Denpasar 80222, Bali Indonesia

 

© 2026 - 2026 Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Bali. All Right Reserved