Koordinasi BLIP Mataram dengan BRMP Bali Percepat Usulan CPCL Lingkup Irigasi di Bali
Denpasar, 21 April 2026 – Irigasi berperan krusial dalam meningkatkan Luas Tambah Tanam (LTT) padi dengan menyediakan suplai air yang stabil, memungkinkan peningkatan indeks pertanaman (IP) serta mengoptimalkan lahan kering atau tadah hujan. Terkait hal tersebut Kepala Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian Mataram (BPLIP Mataram) berkoordinasi dengan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Bali (BRMP Bali) membahas percepatan usulan CPCL lingkup irigasi mendukung LTT padi di Bali.
Dalam kesempatan tersebut Kepala BRMP Bali, Dr. drh. I Made Rai Yasa, M.P., menjelaskan kondisi irigasi terkini di beberapa lokasi di Bali. Menurutnya berdasarkan hasil survey banyak kerusakan seperti kerusakan irigasi tersier, dam parit, dan kerusakan terowongan yang menjadi faktor penghambat peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) padi. “Beberapa subak telah kami dorong untuk segera mengusulkan CPCL melalui Penyuluh maupun Dinas Pertanian Kabupaten sesuai mekanisme Bantuan Pemerintah agar kerusakan irigasi segera dapat diperbaiki”, ungkap kepala BRMP Bali.
Kepala BRMP Bali juga menjelaskan terkait irigasi perpompaan yang banyak terdapat di wilayah Kabupaten Jembrana, dimana banyak petani yang ingin mengkonversi pompa airnya dari pompa dengan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke pompa bertenaga listrik. Alasannya karena pompa bertenaga listrik lebih praktis dan efisien. “Pertanyaannya apakah boleh mengajukan usulan pompa bertenaga listrik tersebut ke BPLIP Mataram”, tambahnya menanyakan.
Sementara itu Kepala BPLIP Mataram, Suparman, S.P., M.P., menjelaskan bahwa lingkup kerja BPLIP Mataram adalah lima (5) Provinsi salah satunya adalah Provinsi Bali. “Saat ini usulan CPCL terkait dari Bali masih irigasi pertanian sangat sedikit, kami berharap akan segera ada usulan-usulan baru. Usulan CPCL sesuai dengan Permentan Nomor 02 Tahun 2026 bisa melalui Dinas Pertanian dan Penyuluh maka besok 22 April bersama BRMP Bali kami berencana melaksanakan koordinasi dengan Dinas Pertanian Provinsi Bali, agar tidak terjadi tumpang tindih pengusulan”, ujarnya.