BRMP Bali Hadiri Panen Bersama Padi Inpago 13 Fortis di Subak Belong, Karangasem
Karangasem, 23 Januari 2026 - bertempat di Subak Belong, Desa Manggis, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem dilaksanakan panen bersama padi gogo varietas Inpago 13 Fortiz. Dihadiri oleh Bidang TPH Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem, tim BRMP Bali, Koordinator BPP Kecamatan Manggis beserta PPL,Petugas POPT, Babinsa dan Petani Subak Belong.
Panen bersama diawali dengan pengambilan ubinan yang dipandu oleh I Nyoman Adijaya, SP., M.P., (Analis Standardisasi BRMP Bali). Hasil ubinan pada luasan 6,25 m2 (2,5 m x 2,5 m), dengan jumlah rumpun 126, diperoleh 4,845 kg gabah atau setara dengan 7,75 ton GKP/ha.
Koordinator BPP Kecamatan Manggis, Anaz Rizki Bachtiar menyampaikan apresiasi atas sinergi semua pihak dalam menjalankan program swasembada pangan khususnya di Kecamatan Manggis. Lebih lanjut disampaikan melihat hasil panen ubinan Inpago 13 Fortis yang baru dilaksanakan, akan terus mendorong untuk pengembangannya dalam skala yang lebih luas. “Melihat hasil panen ubinan hari ini padi gogo, Inpago 13 Fortiz merupakan salah satu alternatifsolusi dalam peningkatan LTT padi di Kecamatan Manggis untuk lahan sawah yang kesulitas air irigasi’ ujarnya.
I Nyoman Adijaya, dalam acara diskusi memberikan informasi tentang padi Gogo. Disampaikan juga pengembangan padi gogo di daerah lain termasuk potensi dan kendalanya sebagai pembelajaran bersama. “Beberapa daerah/subak di Bali yang kesulitan air seperti contohnya Kabupaten Jembrana, dengan pemanfaatan pompa air sudah menjadikan VUB padi gogo untuk dikembangkan, karena lebih hemat dalam penggunaan air dan produktivitasnya tidak kalah dengan varietas padi yang biasa dibudidayakan petani” jelasnya
Sementara itu petani pelaksana, I Nengah Rajin menyatakan cukup puas dengan hasil dari Inpago 13 Fortiz yang ditanamnya. Disampaikan bahwa saat ini di Subak Belong penanaman Inpago 13 Fortiz seluas 20 are. Melihat penampilan padi Inpago 13 Fortiz, banyak petani yang tertarik untuk mengembangkannya. Selama ini, sebelum diperkenalkan dengan padi gogo kami di Subak Belong hanya bisa menanam padi sekali dalam setahun. Karena adanya pergiliran penggunaan air di Subak. Dengan adanya padi gogo, kami optimis dapat menanam lebih dari sekali dalam setahun”ujarnya.