BRMP Bali Dampingi Tim Ditjen LIP Kementan Survei lokasi Usulan CPCL Irigasi Pertanian di Tabanan
Jumat, 17 April 2026 - BRMP Bali mendampingi tim dari Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) Kementan melaksanakan verifikasi dan validasi atas usulan CPCL Bantuan Pemerintah (Banper) lingkup Irigasi pertanian di Tabanan Bali. Selain didampingi oleh BRMP Bali tim juga didampingi oleh Kelsi Penyuluh Provinsi Bali, Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, Penyuluh Kabupaten Tabanan, Penyuluh Wilbin, pekaseh serta petani.
Selain verifikasi kelengkapan administrasi, pada kesempatan ini tim LIP Kementan juga melaksanakan survey langsung ke lapangan. Lokasi yang di tuju pertama adalah Subak Gede Mambang, Desa Mambang, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan yang berpotensi ditingkatkan IP padinya seluas 98 hektar. Dimana Subak Gede Mambang sudah mengusulkan CPCL Banper untuk perbaikan saluran tersier dan usulannya sedang diproses oleh Ditjen LIP Kementan.
Menurut Kepala BRMP Bali Dr. drh. I Made Rai Yasa, M.P., kunjungan tim dari Ditjen LIP sangat penting untuk kita semua. Dari mereka kita dapat memperoleh pengetahuan bagaimana mekanisme pengusulan CPCL lingkup irigasi pertanian yang benar. "Khususnya untuk kami BRMP Bali yang menjadi verifikasi dan validasi akhir di daerah wajib memahami mekanisme yang benar sehingga kesalahan dalam verifikasi dan validasi usulan CPCL dari Dinas Pertanian dan Penyuluh dapat diminimalisir" ujarnya.
Selain ke Subak Gede Mambang yang sudah mengusulkan CPCL Banper, Kepala BRMP Bali pada kesempatan itu juga mengarahkan tim untuk mensurvey lokasi-lokasi yang memiliki masalah dengan jaringan irigasi seperti di Subak
Subak Gebang Gading Atas, Desa Tegal Mengkeb, Selemadeg Timur dengan potensi 125 hektar dimana saluran irigasinya sepanjang 1,4 km mengalami kerusakan yang berakibat kebocoran air dimana-mana. Sehingga karena kecilnya debit air yang sampai ke lahan, petani menjadi ragu-ragu menanam padi di MT II karena takut akan kekurangan air khususnya pada fase padi sedang bunting.
Selanjutnya tim juga diarahkan melihat kerusakan jaringan irigasi di Subak Lanyah II Bajra, Desa Brembeng, Kecamatan Selemadeg, Tabanan yang berpotensi ditingkatkan IP nya seluas 80 ha. Kerusakan berupa tersumbatnya terowongan air karena longsor dan pengendapan tanah yang menyebabkan mengecilnya debit air sampai ke lahan sawah.
Sementara itu Tri Nuringsih S.T., M.T., Katimker Pengembangan Irigasi Ditjen LIP Kementan dalam arahannya mengatakan untuk usulan yang disetujui nantinya agar segera diproses pelaksanaanya di lapangan. Kami berharap karena terbatasnya anggaran dalam pelaksanaannya dibantu juga dengan swadaya petani. Bentuk pertangungjawabannya berupa dokumentasi dan SPJ nantinya akan diupload oleh Dinas Pertanian atau pun Penyuluh ke E_Banper. Selain juga ada yang dikirim langsung ke kami" jelasnya.
Tri Nuringsih juga menjelaskan untuk subak atau kelompok tani yang memiliki masalah kerusakan jaringan irigasi dan berpotensi untuk ditingkatkan IP padinya bisa segera mengusulkan CPCL ke Ditjen LIP sesuai dengan mekanismenya yaitu melalui Dinas Pertanian atau Penyuluh dan BRMP Bali sebagai verifikasi dan validasi akhir sebelum diteruskan ke Ditjen LIP Kementan.