Workshop Sinergi Penguatan Ekosistem Perdagangan Karbon
Saat ini dunia sedang mengalami tiga krisis krusial yang saling berkaitan antara lain krisis iklim, pencemaran lingkungan dan hilangnya keanekaragaman hayati yang dinilai sebagai ancaman penting secara global
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mendorong perdagangan karbon sebagai instrumen penting untuk mengatasi krisis iklim dan mencapai target Net Zero Emission pada 2060, dimana salah satunya melalui peluncuran Bursa Karbon Indonesia (IDX Carbon) pada September 2023 dan perdagangan karbon luar negeri perdana pada Januari 2025.
Jumat (22/8), bertempat di The Trans Resort Bali, BRMP Bali yang diwakili oleh Ketua Tim Kerja Program, Evaluasi dan Penerapan Modernisasi Pertanian menghadiri Workshop Sinergi Penguatan Ekosistem Perdagangan Karbon yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup.
Workshop tersebut membahas strategi, tantangan dan peluang menuju pembangunan ekonomi rendah emisi. Selain BRMP Bali, turut hadir Balai Perakitan dan Pengujian Lingkungan Pertanian (BRMP Lingkungan Pertanian) mewakili BRMP-Kementerian Pertanian.
Dari workshop tersebut, diperoleh informasi bahwa sektor pertanian termasuk salah satu sektor nilai ekonomi karbon. Praktik pertanian berkelanjutan dan impelementasi irigasi berselang berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon.
Aksi mitigasi untuk penurunan emisi gas rumah kaca dari sektor pertanian dapat diupayakan melalui antara lain penggunaan varietas rendah emisi, peningkatan kandungan karbon tanah seperti praktik penanaman penutup tanah, rotasi tanaman, penggunaan kompos dan pupuk organik, pengolahan tanah konservasi dan sistem agroforestri berkontribusi pada penyerapan/penyimpanan karbon
Pada sesi Coaching Clinic, Dr. A.A.N.B. Sarmuda Dinata, S.Pt., MP. mempelajari tentang Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim.