Survey Pemanfaatan Irigasi Perpompaan di Buleleng
Musim kemarau menjadi kendala utama untuk petani dalam berusahatani padi dan untuk mengantisipasi kondisi tersebut serta mendorong petani untuk menanam padi saat musim kemarau, maka di Tahun 2024 Kementerian Pertanian telah meluncurkan program Irigasi perpompaan (Irpom) untuk petani di seluruh Indonesia termasuk Bali.
Kabupaten Buleleng merupakan salah satu wilayah di Bali yang memperoleh 14 unit program Irpom di enam kecamatan. Untuk memastikan pemanfaatannya berjalan dengan baik pada musim kemarau saat ini, maka perlu dilakukan monitoring.
Selama dua hari pada tanggal 25-26 Agustus 2025, Penangungjawab Pendampingan Program Strategis Kementan Kabupaten Buleleng bersama tim yang didampingi oleh PPL melaksanakan survey pemanfaatan irigasi perpompaan di seluruh subak/poktan yang memperoleh bantuan program irigasi perpompaan.
Putu Sugiarta, selaku Penangungjawab di Kabupaten Buleleng melaporkan dari hasil survey diketahui sebagian besar irigasi perpompaan mampu meningkatkan indek pertanaman (IP) yang sebelum ada program pompanisasi IP 200 sekarang menjadi IP 250 atau meningkat 0,5, bahkan ada yang bisa mencapai IP 300.
Dari keterangan beberapa kelian subak/ketua poktan peningkatan IP padi selama ini hanya 0,5 disebabkan volume air yang tersedia dari sumbernya yaitu berupa sumur air dangkal atau sungai tidak mampu memenuhi kebutuhan seluruh lahan petani.
Petani pun berharap adanya bantuan berupa irigasi perpompaan yang lebih besar dan pembuatan sumur air dalam. Sehingga debit air yang keluar dari irigasi perpompaan lebih besar dan mampu mengairi sawah yang lebih luas.
Disisi lain beberapa pekaseh yang subaknya memanfaatkan sumber air dari sungai mengaku untuk tahun ini volume air cukup besar sehingga diperlukan pompa air yang lebih besar untuk dapat mengalirkan ke lahan sawah mereka.