Saluran Irigasi Jebol Ancam Lahan Produktif
Tabanan, 24 Oktober 2025 — Di tengah upaya mencapai swasembada pangan, Kepala Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali, Dr. drh. I Made Rai Yasa, MP., selaku Penanggung Jawab Luas Tambah Tanam (LTT) Padi Provinsi Bali, turun langsung meninjau lokasi jebolnya saluran irigasi primer di Subak Batuaji, Desa Batuaji, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan.
Dalam kunjungan lapangan tersebut, Kepala BRMP Bali didampingi oleh Penanggung Jawab LTT Kabupaten Tabanan, Penyuluh Pertanian Wilayah Binaan Desa Batuaji, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.
Dewa Nyoman Triasa, S.Pt., Penyuluh Pertanian Wilayah Binaan Desa Batuaji, melaporkan bahwa saluran irigasi primer tersebut telah jebol sejak tahun 2021. Akibatnya, sekitar 25 hektare lahan sawah di wilayah tersebut tidak dapat ditanami padi. “Sudah hampir empat tahun petani tidak bisa menanam karena air tidak bisa dialirkan. Saya khawatir, jika tidak segera diperbaiki, lahan ini bisa beralih fungsi menjadi perumahan,” ungkapnya dengan nada cemas.
Menanggapi laporan tersebut, Kepala BRMP Bali, Dr. I Made Rai Yasa, menegaskan komitmennya untuk segera menindaklanjuti permasalahan ini. Ia menyebutkan bahwa kerusakan jaringan irigasi menjadi salah satu faktor utama yang dapat menghambat realisasi LTT Padi di Kabupaten Tabanan. “Dengan rusaknya saluran primer ini, produktivitas dan intensitas tanam menurun. Biasanya petani bisa tanam dengan IP 300 (tiga kali tanam setahun). Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait agar saluran ini segera diperbaiki,” tegasnya