Rapat Koordinasi dan Bimtek Ubinan Tanaman Pangan di Tabanan
Tabanan, 23 September 2025 – Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali turut serta dalam kegiatan Rapat Koordinasi yang dirangkaikan dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) pendataan dan pengambilan ubinan tanaman pangan. Kegiatan ini diinisiasi oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali dan dilaksanakan di Subak Bengkel, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan.
Rapat koordinasi ini dibuka oleh Ir. Nyoman Swastika, M.Si., Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai langkah refreshing tata cara pengambilan data ubinan di lapangan. “Tujuan pertemuan ini adalah memastikan data yang diperoleh benar-benar akurat sebagai dasar kebijakan menuju swasembada pangan. Selain itu, rapat ini juga mencari solusi atas adanya selisih antara luas tanam dengan luas panen, serta perbedaan data antara penyuluh dan KSA. Kami juga menyampaikan realisasi capaian LTT padi dari Januari hingga September 2025,” ujarnya.
BRMP Bali yang diwakili oleh I Nengah Duwijana, S.Pt., selaku Penanggung Jawab LTT Kabupaten Tabanan, menyampaikan komitmen penuh mendukung kegiatan ini. “BRMP Bali siap mendampingi pendataan dan pengubinan bersama BPS Provinsi Bali serta jajaran di Kabupaten Tabanan. Kami mengucapkan terima kasih atas kerja keras semua pihak, karena capaian LTT di Tabanan per 19 September 2025 telah mencapai lebih dari 73,44%,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, drh. I Made Arya Putra, yang hadir mewakili Kepala Bidang Distan Tabanan, berharap target luas tanam dapat tercapai. “Kami menargetkan LTT Kabupaten Tabanan di bulan September sebesar 2.831 hektar dapat terpenuhi. Dinas siap mendampingi BPS untuk bersama-sama melakukan ubinan di lokasi-lokasi yang telah ditentukan, sehingga data luas panen dari penyuluh dan KSA dapat lebih relevan,” tegasnya.
Dari pihak BPS Provinsi Bali, Sapto Wintardi, S.Si., M.Si., selaku Ketua Tim Statistik Pertanian, menjelaskan pentingnya kegiatan ini dalam upaya menuju satu data pertanian Bali. “Bimtek cara ubinan ini dilaksanakan di tiga kabupaten, yaitu Badung, Tabanan, dan Gianyar. Targetnya adalah meminimalkan selisih data antara BPS dan penyuluh. Statistik pertanian memiliki tiga dasar: statistik dasar (oleh BPS), statistik sektoral (oleh kementerian/lembaga), dan statistik khusus (oleh lembaga tertentu). Tidak ada data yang salah, namun data bisa tidak layak apabila memiliki margin error hingga 25%. Karena itu, perlu adanya pengecekan lokasi segmen dan subsegmen secara bersama antara BPS dan PPL,” jelasnya.