Rakor dan Singkronisasi Data Peningkatan Capaian Target LTT dan Peningkatan Produktivitas Padi
Denpasar, 21 Agustus 2025 – Bertempat di ruang rapat BRMP Bali Dilaksanakan kegiatan Koordinasi dan Singkronisasi Data Peningkatan Capaian Target Luas Tambah Tanam dan Peningkatan Produktivitas Padi Mendukung Swasembada Pangan di Provinsi Bali. Dihadiri oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, BWS Bali-Penida, Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, Korem 163/Wira Satya, Dinas Pertanian dari 9 Kabupaten/Kota di Bali.
Acara dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian Provinsi Bali diwakili oleh Kepala Bdang Tanaman Pangan Ir. I Komang Swastika, M.Si., sekaligus memberikan arahan terkait Percepatan Program Swasembada Pangan di Provinsi Bali. Disebutkan dalam mencapai swasembada pangan tidak indikatornya tidak hanya luas tambah tanam saja. Luas panen juga menjadi indikator penting untuk diperhatikan. “Begitu banyak permasalahan di lapangan yang mempengaruhi tercapainya target LTT harapan kami dengan adanya rakor ini permasalahan tersebut dapat kita cari solusi bersama” jelasnya.
Swastika memaparkan permasalahan LTT sekarang bukan lagi masalah benih, pupuk dan harga jual gabah melaikan adanya kerusakan irigasi, Target Kementerian PU terkait adanya perbaikan bangunan irigasi mengakibatkan terhambatnya pengairan, alih fungsi lahan ke non pertanian, dan lahan bra permanen.
Senada dengan itu Kepala BRMP Bali Dr. drh. I Made Rai Yasa, M.P., sebagai penangung jawab LTT Provinsi Bali juga memaparkan permasalahan yang berpengaruh besar terhadap tercapainya target LTT padi tahun 2025. Satu per satu permasalahan di 9 kabupaten/kota di Bali dipaparkan. Sebagian besar yang menjadi masalah adalah irigasi, alih fungsi lahan ke non pertanian, alih komoditas, lahan bera permanen dan alsintan.”Target LTT kita dari pusat untuk Bulan Agustus 14.092,08 Ha, sampai hari ini capaiannya sudah lebih dari 50 persen, semoga dengan sinergi yang baik dari semua pihak terkait, sampai di akhir bulan capaian akan meningkat lagi” ujarnya.
Terkait data LTT pihak BPS memberikan penjelasan bahwa perbedaan data sangat mungkin terjadi, hal tersebut disebabkan oleh perbedaan metode pengambilan data dan terkadang terjadi eror sampling dan kesalahan metode yang digunakan petugas pengambil data. “Tidak ada data yang seratus persen benar, hanya saja yang bisa kita lakukan adalah bagaimana meminimalisir eror tersebut. Melalui rakor ini kita harapkan ke depan dapat menyatukan metode yang digunakan sehingga kesalahan data dapat diminimalisir” ungkapnya.
Sementara itu pihak BWS Bali-Penida juga menyampaikan dukungannya terhadap capaian LTT Bali, melalui informasi terkait sudah ditindaklanjutinya beberapa permasalahan irigasi di Bali yang tertuang dalam laporan pelaksanaan Intruksi Presiden No. 02 Tahun 2025 tentang Irigasi, bertujuan untuk mempercepat pembangunan, peningkatan rehabilitasi serta operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi mendukung swasembada pangan. Dimana pelaksanaan Inpres ini menurut mereka terbagi menjadi tiga paket perbaikan irigasi.
Terakhir penyampaian dukungan dari TNI yang disampaikan oleh perwakilan Korem 163/Wira Satya disebutkan bahwa untuk mensukseskan program swasembada pangan di Provinsi Bali, TNI telah membentuk struktur organisasi gugus tugas kedaulatan pangan dengan komposisi, tugas dan tanggung jawab yang terstruktur dengan baik. “Pada unsur pelaksana Kodim yang kami sudah membentuk tim lahan, tim sergap gabah, dan tim penggilingan, tim distribusi pupuk, tim harga pasar, dan tim intel” jelasnya.
Selain dukungan pihak TNI juga mengungkap beberapa kendala dalam pelaksanaan LTT di Bali berdasarkan hasil pengamatan TNI antara lain, Alsintan yang sudah tua, penundaan penanaman karena adanya aturan adat untuk mencari hari baik/duasa, alih fungsi lahan dan komoditas.