Petani Ingin Benih Padi Unggul yang Tahan Serangan Hama Tikus
Bangli, 20 Oktober 2025 – Dilaksanakan kegiatan panen bersama berlokasi di Subak Batu Aji, Desa Jehem, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli. Dihadiri oleh Koordinator Penyuluh Kabupaten, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Tembuku, para penyuluh pertanian lapangan (PPL) se-Kecamatan Tembuku, petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT), petani anggota Subak Batu Aji, serta tim Luas Tambah Tanam (LTT) dari Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali.
Pada kesempatan tersebut dilakukan panen dua varietas padi, yaitu Hibrida Mapan P 05 seluas 0,35 hektar serta varietas lokal "Pelita" seluas 0,12 hektar. Dari hasil ujian diketahui produktivitas padi Hibrida Mapan lebih tinggi dari Pelita yaitu 7,8 ton/ha GKP. Sedangkan Pelita hanya 4,4 ton/ha GKP.
Kelian Subak Batu Aji, I Dewa Agung Gede Raka, menyampaikan bahwa selama ini petani di wilayahnya menghadapi kendala dalam pemilihan varietas unggul baru (VUB). Beberapa varietas yang pernah dicoba belum memberikan hasil optimal akibat serangan hama tikus. Menurutnya, hanya varietas Hibrida Mapan P 05 dan Pelita yang mampu berproduksi baik dan telah beberapa kali ditanam oleh anggota subak.
“Kami berharap ke depan BRMP Bali dapat membantu menyediakan benih padi yang lebih tahan lagi terhadap serangan hama tikus agar hasil panen ke lebih stabil,” harapnya.
Koordinator BPP Kecamatan Tembuku, I Wayan Korma, S.P., menyampaikan terimakasih kepada BRMP Bali atas dukungannya dalam pelaksanaan kegiatan panen bersama ini. “Terima kasih BRMP Bali, telah memfasilitasi kegiatan panen di wilayah kami. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi petani dalam mengevaluasi hasil dan menentukan varietas yang sesuai dengan kondisi lahan setempat,” ungkapnya.
Sementara itu, perwakilan BRMP Bali, Ni Ketut Kasih Sukraeni, S.P., menegaskan bahwa kegiatan panen bersama merupakan bagian dari upaya penerapan modernisasi pertanian dalam mendukung peningkatan produktivitas padi dan menjaga ketahanan pangan daerah.
“BRMP Bali berkomitmen untuk terus mendampingi petani dalam penerapan teknologi pertanian modern, termasuk pemilihan varietas yang adaptif terhadap kondisi lahan dan tahan serangan hama. Kami juga akan menindaklanjuti masukan dari petani terkait kebutuhan benih padi yang lebih tahan dari serangan hama tikus,” jelasnya.
Lebih lanjut Ketut Kasih menjelaskan bahwa dari kegiatan panen bersama ini diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran bagi petani untuk terus meningkatkan produktivitas padi mereka dan sekaligus memperkuat sinergi antara petani, penyuluh, dan instansi pertanian di Kabupaten Bangli.
Tim LTT Bangli