Pengamatan Fase Vegetatif Uji Adaptasi Galur Padi Lokal Bali di Subak Uma Kumbuh Gianyar
Gianyar, 11 Maret 2026 – Upaya pengembangan dan pelestarian padi lokal Bali terus dilakukan melalui kegiatan uji adaptasi galur padi Sri Sedana yang dilaksanakan di Subak Uma Kumbuh, Desa Mas, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan galur padi lokal tersebut dalam menyesuaikan diri dengan kondisi agroekosistem setempat sekaligus melihat potensi pertumbuhan dan produksinya.
Kegiatan uji adaptasi yang diprakarsai oleh PT Bali Sri Organik (BSO). Galur padi Sri Sedana ditanam dengan teknik budidaya yang umum dilakukan oleh petani setempat. Pengamatan dilakukan secara berkala untuk melihat perkembangan tanaman, terutama pada fase vegetatif yang sangat menentukan pembentukan anakan produktif.
Menurut Ni Putu Sutami, (Penyuluh BRMP Bali) Beberapa parameter yang diamati dalam kegiatan ini meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan per rumpun, kondisi pertumbuhan daun, serta tingkat serangan hama dan penyakit. Berdasarkan pengamatan sementara, galur Sri Sedana menunjukkan kemampuan pembentukan anakan yang cukup baik. "Jumlah anakan yang terbentuk menjadi indikator penting dalam menentukan potensi hasil tanaman padi karena anakan produktif akan berkembang menjadi malai pada fase generatif" jelasnya.
Lebih lanjut Sutami mengatakan hasil pengamatan oleh bersama dengan BPSBTPH Bun dan PPL di lapangan menunjukkan bahwa pada umur padi 38 hari setelah tanam (Hst), Secara umum, tanaman menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik dengan kondisi tanaman yang relatif seragam dan warna daun hijau segar yang menandakan pertumbuhan tanaman yang sehat."Kondisi tanaman padi juga menunjukkan bahwa tingkat serangan organisme pengganggu tanaman masih tergolong rendah. Hal ini menjadi indikasi awal bahwa kedua galur padi tersebut memiliki kemampuan adaptasi yang cukup baik terhadap kondisi lingkungan sawah di Kabupaten Gianyar" tambahnya.
Sementara itu IB Gde Arsana, owner PT BSO, mengatakan dengan melihat langsung performa tanaman di lapangan petani diharapkan dapat menilai sendiri keunggulan dan potensi galur padi yang diuji."Pengembangan galur padi lokal seperti Sri Sedana memiliki nilai strategis dalam menjaga keragaman genetik tanaman padi di Bali. Varietas lokal seringkali memiliki karakteristik yang khas, baik dari segi ketahanan terhadap kondisi lingkungan maupun kualitas beras yang sesuai dengan selera masyarakat" ujarnya.
Disebutkan juga ke depan, pengamatan akan terus dilakukan hingga tanaman memasuki fase generatif dan panen untuk memperoleh data yang lebih lengkap mengenai komponen hasil, potensi produksi, serta kualitas gabah dan beras dari kedua galur padi tersebut. "Hasil pengujian ini diharapkan nantinya dapat menjadi dasar dalam menentukan kelayakan galur Sri Sedana sebagai varietas yang berpotensi untuk dikembangkan lebih luas di wilayah Gianyar dan sekitarnya" ujar Arsana.
(Sutami, dkk)