Monitoring Perkembangan Pertumbuhan Padi di Gianyar, Bali
Gianyar, 29 Agustus 2025 – Tim Balai Penerapan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali melakukan kegiatan monitoring pertumbuhan padi di Kecamatan Gianyar. Kegiatan ini dilaksanakan bekerjasama dengan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Gianyar beserta para petani setempat.
Monitoring difokuskan pada dua indikator utama, yaitu pH tanah dan tingkat kehijauan daun. Pengukuran pH tanah dilakukan menggunakan Soil Tester Manual DM-15, sementara pengamatan tingkat kehijauan daun menggunakan Bagan Warna Daun (BWD) sebagai indikator kebutuhan nitrogen
.
Hasil pengukuran menunjukkan bahwa rata-rata pH tanah di lahan berkisar 6,2, yang menandakan kondisi tanah berada pada tingkat asam lemah namun masih ideal untuk pertumbuhan padi. Sedangkan hasil pengamatan BWD menunjukkan nilai rata-rata 3, yang menandakan kondisi tanaman masih dalam kategori aman serta sesuai untuk sistem budidaya organik.
Selain itu, berdasarkan pengamatan lapangan, tanaman padi di lokasi monitoring telah memasuki fase generatif. Namun, sejumlah petani melaporkan adanya serangan hama yang mulai mengganggu, terutama tikus dan walang sangit. Untuk hama tikus belum ditemukan secara langsung karena sifatnya nokturnal, tetapi indikasi kerusakan sudah terlihat di beberapa titik. Sementara itu, hama wereng ditemukan secara nyata menyerang batang dan daun padi.
Menindaklanjuti hal tersebut, tim BRMP bersama BPP Gianyar segera memberikan arahan kepada para petani untuk melakukan penyemprotan insektisida secara tepat dosis dan tepat waktu, khususnya untuk menekan perkembangan walang sangit.
Adapun untuk pengendalian hama tikus, tim menekankan pentingnya menjaga sanitasi areal sawah. Hasil monitoring menemukan adanya pertumbuhan rumput-rumput tinggi di pematang maupun di dalam petak sawah, yang berpotensi menjadi tempat persembunyian dan sarang bagi tikus. Oleh karena itu, petani diarahkan untuk melakukan pembersihan gulma secara rutin, memperbaiki pematang, serta meminimalkan area yang bisa menjadi habitat tikus. Upaya ini diharapkan dapat mendukung keberhasilan pengendalian hama terpadu (PHT) dan menjaga produktivitas padi di Gianyar.