Gerakan Panen Padi Bersama di Karangasem: Kolaborasi Perkuat Swasembada Pangan
Karangasem, 10 Desember 2025 — Semangat kebersamaan mewarnai petani Subak Gantalan I, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem. Gelaran Gerakan Panen Padi Bersama berlangsung hangat dan penuh antusias sebagai bentuk dukungan nyata terhadap upaya memperkuat swasembada pangan di Bali.
Kegiatan yang melibatkan berbagai unsur pemerintah, kepolisian, TNI, dan masyarakat subak ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan soliditas dalam mewujudkan swasembada pangan.
Hadir dalam acara tersebut antara lain Asisten I Kabupaten Karangasem mewakili Bupati, jajaran Polres dan Kodim 1623/Karangasem, BPS Karangasem, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Karangasem, UPTD BPPP, koordinator penyuluh serta PPL, POPT, Perbekel Desa Sibetan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta pekaseh beserta krama Subak Gantalan I.
Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Karangasem, I Putu Suarjana, S.P., melaporkan bahwa panen kali ini menggunakan varietas Cigeulis, yang menunjukkan hasil menggembirakan. Berdasarkan ubinan, produktivitas mencapai 8,03 ton per hektare, angka yang dinilai sangat baik untuk kondisi lahan di wilayah Bebandem.
Mewakili Bupati Karangasem, Asisten I I Wayan Purna, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kerja keras petani. Ia menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan lahan pertanian, “Karangasem memiliki view yang sangat bagus, tapi justru ini menjadi tantangan. Kami berharap subak tetap bisa mempertahankan lahan pertanian,” ujarnya.
Ia juga memberi perhatian pada penggunaan lahan pertanian tanpa izin yang kian marak, serta mengajak BRMP Bali untuk memperkuat pendampingan di tingkat petani. Terkait optimasi produksi, ia menegaskan potensi lahan kering perlu dimaksimalkan melalui pengembangan padi gogo.
Kepala Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali, Dr. drh. I Made Rai Yasa, MP, mengungkapkan dinamika capaian Luas Tambah Tanam (LTT) Bali. Pada 2024, LTT Bali mencapai 124 ribu hektare, namun pada 2025 baru berada di angka 114 ribu hektare. Meski demikian, Karangasem justru mencatat surplus 1.000 hektare dibandingkan tahun sebelumnya.
Ia menjelaskan bahwa penurunan luas sawah di Bali disebabkan permasalahan struktural seperti kerusakan irigasi yang membuat indeks pertanaman hanya satu kali setahun. Namun Karangasem mampu mempertahankan LTT berkat inovasi melalui pengembangan padi gogo, dengan varietas Inpago dan Luhur yang terus diperkenalkan kepada petani. “BRMP siap mendampingi Karangasem dalam penguatan produksi,” tegasnya.
Perwakilan Kodim 1623/Karangasem melalui Pasiter menyampaikan bahwa hasil panen di Subak Gantalan I dinilai cukup bagus. Ia menegaskan bahwa program ketahanan pangan menjadi salah satu komitmen TNI, sehingga Babinsa akan selalu menjadi penghubung apabila petani menghadapi kendala di lapangan. Tantangan terbesar menurutnya adalah alih fungsi lahan, sehingga sinergi lintas sektor dinilai sangat penting.
Perbekel Desa Sibetan dalam laporannya menjelaskan rencana pembangunan jalan usaha tani pada 2026 untuk mendukung produktivitas petani.
Sementara itu, Pekaseh Subak Gantalan I menyampaikan beberapa tantangan nyata yang dihadapi petani, seperti keterbatasan tenaga traktor olah tanah, menurunnya minat generasi muda untuk bertani, serta kesulitan dalam tenaga tanam.