BRMP Bali Tinjau Terowongan Irigasi Rusak di Tabanan Demi Swasembada Pangan
Tabanan, 20 Oktober 2025 — Kepala Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali, Dr. drh. I Made Rai Yasa, M.P., selaku Penanggung Jawab Luas Tambah Tanam (LTT) Padi Provinsi Bali, turun langsung meninjau kerusakan terowongan saluran air di Subak Lanyah Badjra 3, Desa Berembeng, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan.
Kegiatan survei tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan yang diwakili Kepala Bidang Tanaman Pangan, Perbekel Berembeng, Koordinator Penyuluh BPP Kecamatan Selemadeg, Pekaseh, serta sejumlah petani anggota Subak Lanyah Badjra 3.
Dalam dialog bersama petani, Pekaseh Subak Lanyah Badjra 3, I Gede Made Duana, mengungkapkan bahwa luas lahan garapan di wilayahnya mencapai 135 hektare. Namun saat ini, para petani menghadapi persoalan serius akibat endapan dan runtuhan di dalam terowongan irigasi. Kondisi ini menyebabkan debit air yang mengalir ke lahan menjadi sangat kecil, sehingga kebutuhan air tidak terpenuhi. “Saluran irigasi ini adalah jantung Subak kami. Jika diperbaiki, kami optimistis produktivitas meningkat dan indeks pertanaman bisa naik dari IP 200 menjadi IP 300,” ujar Duana.
Menanggapi hal tersebut, Dr. I Made Rai Yasa menyampaikan bahwa berdasarkan hasil survei, struktur terowongan masih bersifat nonpermanen dan kerap mengalami penyumbatan, terutama di bagian hulu yang telah terkikis. Akibatnya, aliran air dari Tukad Yeh Matan tidak optimal mengalir ke terowongan. “Kami akan segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk melakukan langkah perbaikan. Diharapkan setelah perbaikan dilakukan, saluran ini dapat kembali berfungsi maksimal dan mendukung peningkatan realisasi LTT padi di Kabupaten Tabanan,” tegasnya.