BRMP Bali Tingkatkan Kapasitas Petani Badung melalui Bimtek Pembungaan dan Perbenihan Vanili
Badung, 8 Desember 2025 - Upaya pengembangan komoditas vanili di Kabupaten Badung kembali diperkuat melalui kegiatan Bimbingan Teknis Pembungaan dan Perbenihan Vanili yang diselenggarakan BRMP Bali bersama Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung di Wantilan Pura Kancing Gumi, Desa Sulangai, Kecamatan Petang. Kegiatan ini dihadiri Kepala BRMP Bali beserta tim, Kepala Bidang Perkebunan Kabupaten Badung, penyuluh pertanian se-Kecamatan Petang, serta 25 petani vanili.
Dalam sambutannya, Kepala Bidang Perkebunan, Dr. Ir. Ni Luh Wayan Suparmi, M.M.A., menekankan pentingnya pemahaman petani terhadap teknik pembungaan dan perbenihan. Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah memberikan pendampingan budidaya vanili sejak 2022, termasuk pembangunan demplot bersama BRMP Bali sebagai contoh standar budidaya yang saat ini menunjukkan hasil positif dengan mulai munculnya bunga. Selain itu, kolaborasi dengan Bumitara Foundation turut mendukung pengolahan dan pemasaran vanili petani.
Sementara itu, Kepala BRMP Bali, Dr. drh. I Made Rai Yasa, M.P., memaparkan pentingnya manajemen kebun, khususnya pemangkasan untuk meningkatkan paparan sinar matahari yang dibutuhkan tanaman. Ia menambahkan bahwa klon vanili unggulan “Vania 1” dan “Vania 2” yang dilepas Kementerian Pertanian telah ditanam di demplot, dan diharapkan dapat menjadi sumber benih berkualitas. “Harapan kami, petani ke depan bisa mandiri dalam perbenihan,” ujarnya.
Materi teknis disampaikan oleh I Wayan Sunanjaya, S.P., yang menguraikan berbagai metode pembungaan, baik alami maupun inovatif, termasuk teknik mekanik, kimia, dan biologi. Ia juga memaparkan standar perbenihan sesuai regulasi nasional serta penggunaan media tanam yang direkomendasikan. Menurutnya, klon Vania 1 menunjukkan pertumbuhan vegetatif lebih unggul di demplot dan berpotensi dikembangkan sebagai bahan benih. “Cuaca sangat mempengaruhi pembungaan. Jika tidak terpenuhi, inovasi pembungaan perlu dilakukan,” jelasnya.
Pada sesi diskusi, petani menyampaikan sejumlah tantangan, terutama serangan penyakit busuk batang yang meningkat saat cuaca lembab. Menanggapi hal tersebut, narasumber merekomendasikan penggunaan fungisida dan peningkatan sanitasi kebun sebagai langkah pengendalian.
Kegiatan ini menghasilkan beberapa poin penting, antara lain penguatan kapasitas petani dalam teknik pembungaan dan perbenihan, pengembangan demplot sebagai rujukan standar budidaya, serta komitmen pendampingan berkelanjutan dari BRMP Bali dan Dinas Pertanian Kabupaten Badung.