BRMP Bali Laksanakan Sinkronisasi Program Rencana Pengembangan Unggas Unggul di Desa Menanga
Jumat, 5 Desember 2025 - bertempat di ruang rapat Kantor Desa Menanga, Kecamatan Rendang Kabupaten Karangasem, Ketua Tim Kerja Layanan dan Penerapan Modernisasi Pertanian (LPMP), drh. I Putu Agus Kertawirawan, M.Si., dan Ketua Tim Kerja Program, Evaluasi dan Pendampingan (PEP) BRMP Bali, Dr. A.A.N. Badung Sarmudadinata, S.Pt., M.P., melakukan kegiatan Sinkronisasi Program Rencana Pengembangan Unggas Unggul.
Dalam kegiatan tersebut, I Putu Agus Kertawirawan menyampaikan materi terkait potensi pengembangan serta peluang penerapan standar pembibitan ayam KUB untuk menopang ketersediaan bibit ayam KUB di Provinsi Bali. Sementara itu, A.A.N. Badung Sarmuda Dadinata menyampaikan peluang kerjasama program pengembangan Ayam KUB antara BRMP Bali dan BUMDes Desa Menanga pada tahun 2026.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Menanga, I Made Hendra Sagita, S.H., dan Direktur BUMDes Arta Dharma Duta, I Wayan Ridana serta perwakilan peternak dari Desa Menanga. Kegiatan ini merupakan salah satu wujud implementasi dari kerjasama BRMP Bali dengan BUMDes Menanga dalam pelaksanaan pendampingan teknis budidaya ayam ras petelur dan KUB.
Kepala Desa Menanga sangat mengapresiasi dukungan pendampingan dan sinergitas program yang nantinya dapat di sinergikan dengan BUMDes maupun peternak yang ada di Desa Menanga untuk meningkatkan kesejahteraan peternak yang ada di desa mendukung program ketahanan pangan.
Sementara itu, Direktur BUMDes Menanga menyampaikan dukungan rencana program yang akan dilaksanakan oleh BRMP Bali nantinya dalam pengembangan ayam buras unggul (KUB) di Desa Menanga.
Di akhir kegiatan, disampaikan juga materi terkait potensi penerapan Animal welfare pada kegiatan budidaya unggas dari Lembaga Sertifikasi Produk (LSP) AWATARA Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana. Penerapan Animal welfare dalam budidaya unggas ini bertujuan untuk mewujudkan sistem budidaya ternak berkelanjutan, guna menghasilkan produk unggas yang sehat, berkualitas, serta bebas dari residu obat-obatan maupun hormone pertumbuhan.
Kedepan, penerapan ini perlu dikembangkan lebih luas lagi melihat peluang pasar terhadap produk happy farm sangat besar di Bali terutama untuk pasar hotel dan restaurant, dimana selama ini produk happy farm masih banyak dipasok dari luar Bali.