BRMP Bali Dampingi PVTPP Kementan Karakterisasi Tanaman Salak
Karangasem, 9 September 2025 - Kepala Balai beserta beberapa staf BRMP Bali, mendampingi tim
Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) Kementerian Pertanian, melakukan karakterisasi tanaman salak. di Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Karangasem. Kegiatan tersebut dihadiri pula Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karangasem, BAPPEDA Karangasem, UPTD. BPSBTPHBUN Provinsi Bali, Koordinator BPP, PPL, Petani dan undangan lainnnya.
Karakterisasi dilakukan sebagai bagian progres pendaftaran varietas salak ke (PVTPP) Kementan. Dengan pendaftaran tersebut nantinya akan memperoleh sertifikat tanda daftar dan resmi menjadi milik Kabupaten Karangasem.
Sebanyak 12 varietas salak khas Karangasem yang kini tengah proses pendaftaran yaitu, Salak Ketewel, salak manas, salak barak, salak mesui, salak penyalin, salak layu, salak nyuh, salak toris, salak maya, salak gondok, salak pada, dan salak muani.
Kepala Pusat PVTPP, Dr. Ir. Leli Nuryati, M.Sc., dalam arahannya via zoom meeting menegaskan bahwa percepatan pendaftaran sangat penting agar varietas salak Karangasem memperoleh pengakuan resmi. Ia berharap sebelum Kabupaten Karangasem menerima penghargaan Globally Important Agricultural Heritage Systems (GIAHS) dari FAO, bulan Oktober 2025, ke 12 varietas salak ini sudah mendapatkan tanda daftarnya dan menjadi resmi milik kabupaten Karangasem.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Karangasem, Dr. drs. I Made Sugiarta, M.Si., menyampaikan terimakasih atas perhatian Kementerian Pertanian mendorong pengembangan potensi Karangasem. "Harapan kami dengan didaftarkannya 12 varietas lokal salak ini akan menberikan dampak positif bagi pengembangan dan kelestariannya. Semoga dengan ini juga petani salak di Kabupaten karangasem dapat lebih berinovasi untuk memperoleh nilai tambah dari komoditas salak ini" ujarnya.
Sementara itu, Kepala BRMP Bali Dr. drh. I Made Rai Yasa, M.P., menyatakan sangat mendukung pendaftaran varietas-varietas lokal Bali, sebagai upaya pelestarian dan pengembangan dan meningkatkan daya saing Plasma nutfah Bali yang beranekaragam dan memiliki keunggulan tersendiri. "Sebagai Ikon Kabupaten Karangasem sudah seharusnya varietas-varietas salak ini didaftarkan dan resmi menjadi milik Karangasem. "Selain salak kami juga akan mendorong pendaftaran varietas lokal dari komoditas pertanian lainnya seperti padi gogo, jagung, buah dan lainnya sehingga semakin banyak varietas lokal Bali yang mendapat pengakuan resmi dan terlindungi" ungkapnya.