Bimtek Budidaya Padi Gogo Terstandar Dorong Optimalisasi Lahan
Tabanan, 16 Oktober 2025 - Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BPMP) Bali menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Budidaya Padi Gogo Terstandar di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, pada Kamis (16/10).
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan BRMP Bali, Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan yang diwakili oleh Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH), Koordinator dan penyuluh pertanian Kecamatan Pupuan, serta pekaseh dan anggota Subak Sempol. Acara dibuka oleh Koordinator BPP Kecamatan Pupuan, I Ketut Catur Widhiantara, S.ST, yang menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas petani dalam menghadapi perubahan iklim dan kondisi lahan yang beragam.
Dalam sambutannya, Kabid TPH Kabupaten Tabanan, I Nyoman Suadiaya, S.T, menegaskan dukungan penuh terhadap pengembangan padi gogo sebagai bagian dari upaya pencapaian target Luas Tambah Tanam (LTT) Kabupaten Tabanan sebesar 43.168 hektare. Ia juga menyoroti pentingnya kerja sama lintas lembaga untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan.“Kami mendorong agar potensi lahan kering bisa dimanfaatkan maksimal. Melalui kerja sama dengan BRMP Bali, varietas padi gogo Luhur 2 akan dikembangkan karena sesuai dengan kondisi agroekosistem di Pupuan,” ungkapnya.
Selanjutnya, I Nengah Duwijana, S.Pt, menyampaikan apresiasi atas kerja keras para penyuluh dan petani yang telah berkontribusi terhadap progres capaian LTT Kabupaten Tabanan. Ia menekankan pentingnya menjadikan Subak Sempol sebagai percontohan pengembangan padi gogo di wilayah tersebut.“Terima kasih kepada petani dan penyuluh atas kerja sama yang baik selama ini. Kami berharap Subak Sempol dapat menjadi model penerapan budidaya padi gogo yang berhasil dan berkelanjutan,” katanya.
Dalam sesi materi, I Wayan Sunanjaya, S.P, menjelaskan berbagai tantangan yang dihadapi dalam produksi padi di Bali, termasuk keterbatasan lahan sawah dan perubahan pola curah hujan. Ia menekankan bahwa penerapan Good Agricultural Practice (GAP) menjadi kunci dalam menghasilkan panen yang optimal. “Padi gogo memiliki potensi besar jika dikelola dengan tepat. BRMP Bali siap berbagi pengetahuan dan pendampingan teknis agar praktik budidaya di Subak Sempol benar-benar sesuai standar dan mampu menghasilkan produktivitas maksimal,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, lembaga penelitian, dan petani dapat semakin kuat dalam mendukung swasembada pangan serta peningkatan produktivitas padi di lahan kering, khususnya di wilayah Kecamatan Pupuan.
Tim LTT Kab. Tabanan