Tanam Benih Langsung dengan Drum Seeder, BRMP Bali Dorong Modernisasi Budidaya Padi di Klungkung
Klungkung, 3 Agustus 2026 – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali terus mendorong percepatan modernisasi budidaya padi melalui penerapan teknologi Tanam Benih Langsung (Tabela) menggunakan Drum Seeder. Teknologi tersebut diterapkan pada kegiatan penanaman padi Program Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Subak Gembalan, Desa Selat, Kabupaten Klungkung, pada lahan seluas 25 are.
Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara BRMP Bali, Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung, Babinsa Kabupaten Klungkung, dan seluruh anggota Subak Gembalan dalam mempercepat adopsi inovasi pertanian yang efisien, hemat biaya, dan ramah terhadap kondisi usaha tani di Bali.
Penerapan metode Tanam Benih Langsung menggunakan Drum Seeder menjadi salah satu solusi menghadapi tantangan sektor pertanian, seperti semakin terbatasnya tenaga kerja, meningkatnya biaya produksi, serta tuntutan peningkatan produktivitas. Alat ini mampu menebarkan benih secara lebih seragam sehingga menghasilkan jarak tanam yang teratur, populasi tanaman optimal, dan pertumbuhan yang lebih seragam dibandingkan metode tanam konvensional.
Selain menghilangkan tahapan persemaian dan pindah tanam, metode Tabela juga mampu menghemat kebutuhan tenaga kerja hingga lebih dari 50 persen, mempercepat proses tanam, serta menekan biaya produksi. Benih yang ditanam langsung mengalami gangguan akar yang lebih sedikit sehingga mampu tumbuh lebih cepat apabila didukung pengelolaan air, pemupukan, dan pengendalian gulma yang baik.
Penggunaan Drum Seeder juga mendukung penerapan budidaya padi presisi. Jarak tanam yang seragam memudahkan kegiatan pemeliharaan, mulai dari penyiangan, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tanaman, hingga panen. Kondisi tersebut meningkatkan efisiensi penggunaan sarana produksi sekaligus membuka peluang peningkatan produktivitas lahan secara berkelanjutan.
Teknologi ini dinilai sangat sesuai diterapkan pada lahan sawah di Bali karena mudah dioperasikan, memiliki biaya investasi yang relatif rendah, serta dapat dimanfaatkan secara bergotong royong oleh kelompok tani maupun kelembagaan subak.
Pelaksanaan kegiatan di Subak Gembalan juga menunjukkan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya ditentukan oleh inovasi teknologi, tetapi juga oleh kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Pendampingan teknis secara berkelanjutan menjadi faktor penting agar petani mampu menguasai teknologi, mengevaluasi penerapannya, serta menyesuaikan inovasi dengan kondisi agroekosistem setempat.
Melalui penerapan Drum Seeder, BRMP Bali berharap modernisasi budidaya padi dapat semakin meluas di Kabupaten Klungkung maupun daerah lain di Bali. Dengan dukungan pemerintah daerah, penyuluh pertanian, TNI, serta kelembagaan petani, teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas padi, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mewujudkan sistem pertanian yang maju, dan berkelanjutan.