Sistem Cage-Free: Solusi Tingkatkan Kualitas Telur & Pendapatan Peternak
Tabanan, 16 Agustus 2026 — Sistem pemeliharaan ayam petelur bebas kandang atau cage-free mulai menjadi salah satu inovasi yang menarik perhatian dalam pengembangan peternakan unggas berkelanjutan. Sistem ini tidak hanya memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi ayam, tetapi juga berpotensi meningkatkan kualitas produk, nilai jual telur, serta memperhatikan aspek kesehatan dan kesejahteraan hewan.
Salah satu penerapan sistem tersebut dilakukan di peternakan Lestari Farm, Tabanan, yang dikelola oleh Made Dwikayana. Menurut Made Dwikayana, peternakan tersebut saat ini memelihara sekitar 700 ekor ayam petelur dengan produksi mencapai 16–17 kerat telur per hari atau setara dengan tingkat produksi sekitar 68 persen.
Menurut I Made Londra, S. Pt., MP., (Analis Standardisasi BRMP Bali) penerapan sistem cage-free menjadi bagian dari upaya menghasilkan telur dengan kualitas yang lebih baik. Dalam sistem ini, ayam tidak dipelihara secara individual dalam kandang sempit, tetapi diberikan kesempatan untuk bergerak dan melakukan aktivitas alaminya. Kondisi tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam penerapan konsep kesejahteraan hewan (animal welfare) pada usaha peternakan modern. "Perubahan pola pemeliharaan ayam petelur menuju sistem cage-free bukan sekadar perubahan bentuk kandang. Lebih jauh, sistem ini menuntut pengelolaan peternakan yang lebih baik, mulai dari penyediaan pakan dan air minum, kebersihan lingkungan, pengendalian penyakit, kepadatan ayam, hingga pengelolaan telur" jelasnya.
Lebih lanjut dijelaskan ayam yang dipelihara secara cage-free memiliki ruang yang lebih luas untuk bergerak, bertengger, dan melakukan perilaku alaminya. Namun, sistem ini juga membutuhkan manajemen yang lebih cermat karena ayam memiliki kontak yang lebih luas dengan lingkungan. Oleh karena itu, biosekuriti, sanitasi, vaksinasi, pemantauan kesehatan, dan pengendalian penyakit menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan.
"Dengan manajemen yang tepat, penerapan cage-free diharapkan mampu menghasilkan telur yang tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumen dari sisi kuantitas, tetapi juga memiliki kualitas dan nilai tambah yang semakin baik" tambah I Made Londra.
Sementara itu pengalaman Lestari Farm di Tabanan menjadi contoh bahwa inovasi di tingkat peternak dapat dikembangkan menjadi pembelajaran yang lebih luas. Dengan pendampingan yang berkelanjutan dan berbasis data, sistem cage-free berpotensi menjadi salah satu model pengembangan peternakan ayam petelur yang lebih berkelanjutan.
Pada akhirnya, ayam yang sehat, lingkungan pemeliharaan yang baik, dan telur berkualitas merupakan satu kesatuan dalam membangun peternakan yang berdaya saing. Jika produktivitas dapat dipertahankan sekaligus kualitas telur dan kesejahteraan hewan ditingkatkan, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh ayam dan konsumen, tetapi juga oleh peternak melalui peningkatan nilai ekonomi usahanya.
I Made Londra