Monitoring PMAAS di Bangli Dorong Percepatan CPCL dan Pengawalan Budidaya di Tingkat Subak
Bangli, 29 September 2026 — Upaya mempercepat pelaksanaan Pertanian Modern–Advance Agricultural System (PMAAS) terus dilakukan di Kabupaten Bangli. Dengan target pengembangan seluas 494 hektare (ha), monitoring menjadi bagian penting untuk memastikan pencapaian Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL), sekaligus mengawal pertanaman yang telah berjalan di tingkat subak.
Kegiatan monitoring diawali dengan koordinasi bersama Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Bangli selaku pemilik wilayah. Koordinasi tersebut membahas perkembangan pelaksanaan PMAAS, potensi lokasi yang dapat dikembangkan, serta berbagai langkah strategis untuk mempercepat pencapaian CPCL sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Selanjutnya, tim BRMP melakukan pertemuan singkat di CWS Kabupaten Bangli bersama Katimker Kabupaten Bangli dan Koordinator Kecamatan. Pertemuan tersebut difokuskan pada strategi percepatan CPCL, mulai dari identifikasi calon lahan, koordinasi dengan kelompok tani dan subak, hingga pengawalan terhadap lokasi yang telah siap maupun yang sedang melaksanakan penanaman.
Berdasarkan data yang disampaikan Katimker Kabupaten Bangli, hingga September 2026, capaian penanaman PMAAS di Kabupaten Bangli telah mencapai 9,40 ha. Capaian tersebut tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Bangli sebesar 6,08 ha, Kecamatan Susut sebesar 2,04 ha, dan Kecamatan Tembuku sebesar 1,28 ha.
Sementara itu, Kecamatan Kintamani belum dapat melaksanakan kegiatan PMAAS karena tidak memiliki lahan sawah.
Jika dilihat berdasarkan perkembangan bulanan, capaian penanaman menunjukkan tren peningkatan. Pada Juli tercatat 0,57 ha, kemudian meningkat menjadi 2,50 ha pada Agustus, dan mencapai 6,33 ha pada September.
Meskipun capaian saat ini masih perlu ditingkatkan untuk memenuhi target keseluruhan 494 ha, perkembangan pada September menunjukkan adanya percepatan penanaman di lapangan. Untuk itu, identifikasi dan verifikasi CPCL terus didorong melalui koordinasi antara BRMP, pemerintah daerah, Katimker, Koordinator Kecamatan, penyuluh, kelompok tani, dan subak.
Tidak berhenti pada koordinasi, kegiatan monitoring dilanjutkan dengan kunjungan langsung ke sejumlah lokasi pertanaman PMAAS. Tim BRMP mengunjungi Subak Batuaji di Desa Jehem, Kecamatan Tembuku; Subak Tanggahan Tengah di Desa Demulih, Kecamatan Susut; serta Subak Medahan di Desa Bunutin, Kecamatan Bangli.
Di Subak Batuaji, penanaman PMAAS telah dilaksanakan pada 11 Agustus 2026. Sementara itu, di Subak Tanggahan Tengah, penanaman dilakukan pada 1 September 2026. Hasil pengamatan menunjukkan pertumbuhan tanaman di kedua lokasi tersebut berkembang cukup baik.
Adapun di Subak Medahan, Desa Bunutin, kegiatan penanaman mulai dilaksanakan pada 27 September 2026. Saat monitoring berlangsung, proses penanaman masih terus dilakukan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan PMAAS di Kabupaten Bangli masih terus bergerak dan membutuhkan pengawalan secara berkelanjutan hingga seluruh tahapan kegiatan dapat terlaksana dengan baik.
Dalam kunjungan lapangan, petani didorong untuk tidak hanya mengejar luas tanam, tetapi juga memastikan pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Perawatan tanaman harus dilakukan secara rutin, terutama dalam pemenuhan kebutuhan air, pemupukan, serta pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT).
Petani juga diharapkan melakukan pemupukan sesuai dengan dosis dan rekomendasi PMAAS. Pemupukan yang tepat diharapkan mampu memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman secara optimal sekaligus mendukung pertumbuhan dan pembentukan hasil.
Selain itu, pengamatan OPT secara berkala menjadi perhatian penting. Melalui pengamatan sejak dini, keberadaan hama maupun penyakit dapat diketahui lebih cepat sehingga tindakan pengendalian dapat dilakukan secara tepat dan tidak terlambat. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga kondisi tanaman hingga memasuki fase panen.
Monitoring PMAAS di Kabupaten Bangli menjadi bagian dari upaya memastikan program berjalan secara menyeluruh, mulai dari pencapaian CPCL, penanaman, pemeliharaan, hingga pengawalan produksi.
Sinergi antara BRMP Bali, Dinas Pertanian Provinsi Bali, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Bangli, Katimker, Koordinator Kecamatan, penyuluh, pengurus subak, dan petani menjadi modal penting dalam mempercepat pencapaian target PMAAS.
Dengan pengawalan dan koordinasi yang dilakukan secara berkelanjutan, pelaksanaan PMAAS di Kabupaten Bangli diharapkan semakin berkembang, baik dari sisi luasan maupun produktivitas. Pada akhirnya, upaya tersebut diharapkan turut mendukung agenda Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
(Tim LTT Kabupaten Bangli)