PM-AAS Dongkrak Produktivitas Padi Tibubeleng hingga 11,5 Ton per Hektar
Jembrana, 17 September 2026 – Penerapan Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) menunjukkan hasil positif di Subak Tibubeleng, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana. Berdasarkan hasil panen ubinan pada Dem Area PM-AAS produktivitas padi varietas Inpari 32 mencapai hingga 11,5 ton per hektar.
Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali melaksanakan panen ubinan pada Dem Area PM-AAS bersama penyuluh, pekaseh dan petani Subak Tibubeleng.
Dihadiri pula Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Kabupaten Jembrana, BPS Provinsi Bali, Penyaluran dan Pengawasan PT Pupuk Indonesia (Persero) di wilayah Kabupaten Jembrana. Hasil pengukuran menunjukkan produktivitas padi dengan sistem tanam jajar legowo 6:1 mencapai 10,5 ton per hektar, sedangkan sistem tanam jajar legowo 4:1 mencapai 11,5 ton per hektar.
Kepala BRMP Bali, Dr. drh. I Made Rai Yasa, M.P., menjelaskan bahwa produktivitas yang lebih tinggi pada sistem jajar legowo 4:1 dipengaruhi oleh lebih banyaknya efek tanaman pinggir. “Terlihat pada buah padi di lorong-lorong legowonya, malainya lebih panjang dan bulirnya lebih bernas. Jadi kami simpulkan, untuk penanaman padi PM-AAS lebih baik menggunakan sistem tanam legowo 4:1,” jelasnya.
Capaian tersebut mendapat respons positif dari Pekaseh Subak Tibubeleng. Ia mengaku puas dengan hasil produktivitas yang diperoleh melalui penerapan PM-AAS. Dalam waktu ini dekat Subak Tibubeleng akan menanam kembali padi dengan metode PM-AAS pada areal seluas 210 hektar. "Hasil ubinan hari ini memotivasi kami, sehingga ke depan kami harapkan seluruh anggota Subak Tibubeleng dapat menerapkan PM-AAS" ungkapnya.