PM-AAS di Buleleng: Demplot 70 Are Menuju Target 10 Ton/Ha
Buleleng, 6 Agustus 2026 – Semangat petani di Kabupaten Buleleng untuk menerapkan Program Pertanian Modern – Advanced Agriculture System (PM-AAS) terus menguat. Setelah mengikuti kegiatan Rapat Koordinasi Luas Tambah Tanam (LTT) dan sosialisasi PM-AAS, para petani langsung mengimplementasikan program tersebut melalui penanaman padi di lahan demplot seluas 70 are yang berlokasi di Subak Temukus, Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng.
Kegiatan penanaman dihadiri oleh perwakilan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng, perwakilan Camat Banjar, Danramil Banjar, Kapolsek Banjar, Perbekel Temukus, tim Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali, Kelompok Substansi (Kelsi) dan Penyuluh CWS Provinsi Bali, Katimker dan penyuluh Kabupaten Buleleng, Koordinator BPP, PPL, Babinsa, Bhabinkamtibmas, pengurus dan anggota Subak.
Kelian Subak Temukus, Gede Sumawa, menyampaikan apresiasinya terhadap program PM-AAS yang digagas Kementerian Pertanian. Menurutnya, petani di Subak Temukus telah lama mengenal sistem tanam benih langsung (tabela), sehingga penerapan PM-AAS tidak menjadi hal yang asing. "Kami biasa menanam padi dengan cara tabela dan hasilnya memang lebih tinggi dibandingkan cara tanam pindah (tapin). Namun, selama ini pelaksanaannya belum sepenuhnya seperti di petunjuk teknis PM-AAS," ujarnya.
I Ketut Arya Sudiadnyana, S.P., M.Agb., Kelsi Penyuluh Provinsi Bali menegaskan bahwa penyuluh akan terus mendorong sekaligus mendampingi pelaksanaan program PM-AAS di Kabupaten Buleleng. “Penyuluh akan terus mendorong dan mendampingi penerapan PM-AAS di Buleleng. Pendampingan ini penting agar teknologi dan petunjuk teknis yang diberikan dapat diterapkan dengan baik oleh petani di lapangan,” jelasnya.
Arya menambahkan, dukungan penyuluh terhadap program PM-AAS juga sejalan dengan target pendampingan yang telah ditetapkan pada tahun 2026. Setiap penyuluh mendapat target untuk mendampingi penerapan PM-AAS seluas 38 hektare. Target tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat penerapan pertanian modern sekaligus meningkatkan produktivitas padi.
Menurutnya, target tersebut bukan hanya angka capaian, tetapi menjadi tanggung jawab bersama untuk memastikan petani mendapatkan pendampingan secara berkelanjutan, mulai dari persiapan lahan, penggunaan sarana produksi, penerapan teknologi tanam, pemeliharaan tanaman, hingga pengawalan produksi.
Sementara itu, Penyuluh BRMP Bali, Putu Sugiarta, S.ST., M.Agb., menjelaskan bahwa penerapan PM-AAS di Kabupaten Buleleng diharapkan mampu meningkatkan produktivitas padi hingga mencapai 10 ton gabah kering panen (GKP) per hektare. Dengan produktivitas yang lebih tinggi, kesejahteraan petani diharapkan ikut meningkat.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan program PM-AAS memerlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, dan petani. Melalui demplot PM-AAS di Subak Temukus ini, Kabupaten Buleleng diharapkan menjadi salah satu daerah percontohan penerapan pertanian modern di Bali, sekaligus mendukung percepatan swasembada pangan nasional melalui peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha tani.
(Sugiarta & Tim)