Petani Tibubeleng Bersiap Tanam Padi PM-AAS, BRMP Bali Pastikan Ketersediaan Pupuk
Denpasar, 15 September 2026 – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali melakukan audiensi dengan PT Pupuk Indonesia Cabang Pemasaran Bali untuk memastikan ketersediaan pupuk organik bagi petani Subak Tibubeleng, Jembrana yang akan menerapkan sistem Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS).
Audiensi tersebut dihadiri Vice President (VP) Sales Region 3 PT Pupuk Indonesia, Sidharta Supriyanto, serta Manajer Penjualan PT Pupuk Indonesia Wilayah Bali, Taufik Muhlisin.
Kepala BRMP Bali menyampaikan, petani Subak Tibubeleng diperkirakan mulai melakukan penanaman padi pada pekan depan dengan luas areal sekitar 210 hektare. Karena itu, ketersediaan pupuk menjadi salah satu hal yang perlu dipastikan sebelum tanam.
“Kami ingin memastikan ketersediaan pupuk organik dari PT Pupuk Indonesia karena pupuk organik merupakan salah satu komponen penting dalam penerapan PM-AAS. Selain itu, pH lahan di lokasi tergolong rendah sehingga kapur pertanian juga perlu diaplikasikan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, hasil demplot perekayasaan PM-AAS di Subak Tegal jati, Desa Banyubiru, Jembrana kemarin yang juga mendapat dukungan PT Pupuk Indonesia menunjukkan hasil positif. Produktivitas padinya berhasil melampaui target 10 ton per hektare.
“Varietas Cakrabuana pada demplot produktivitasnya 10,5 ton per hektare. Sementara itu, varietas padi hibrida Mapan 05 yang terakhir dipanen produktivitasnya mencapai 12,5 ton per hektare,” jelasnya.
Kepala BRMP Bali menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas dukungan PT Pupuk Indonesia terhadap pengembangan pertanian di Bali. Sinergi tersebut diharapkan terus berlanjut untuk mendukung keberhasilan PM-AAS sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Sementara itu, Manajer Penjualan PT Pupuk Indonesia Wilayah Bali, Taufik Muhlisin, menyambut baik koordinasi yang dilakukan BRMP Bali. Menurutnya, informasi terkait kebutuhan pupuk di lapangan penting untuk mendukung distribusi agar tepat waktu dan tepat sasaran.
“Kami akan segera mendistribusikan pupuk organik ke lokasi yang dimaksud sehingga pupuk dan kapur pertanian dapat diaplikasikan petani sebelum penanaman,” ungkap Taufik.