Pendampingan Produksi Ayam Petelur dan Ayam Kampung Bali di Kecamatan Sukawati, Gianyar
Gianyar, 4 Juni 2026 — Penyuluh CWS, Koordinator Penyuluh Kecamatan Sukawati, bersama Penyuluh BRMP Bali melaksanakan kegiatan pendampingan produksi ayam petelur dan ayam kampung Bali di Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.
Produksi ayam merupakan salah satu sektor peternakan terbesar di Indonesia yang terbagi dalam dua fokus utama, yakni ayam pedaging (broiler) untuk produksi daging dan ayam petelur (layer) untuk produksi telur. Skala usahanya pun beragam, mulai dari peternakan rakyat berskala kecil hingga fasilitas modern berbasis otomatisasi.
Salah satu pelaku usaha yang tengah mengembangkan sektor tersebut adalah BUMDes Intan Sari yang berlokasi di Desa Sukawati, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. BUMDes yang berdiri sejak Januari 2026 ini bekerja sama dengan PT Kene Keto Harmoni dalam pengembangan ayam petelur dan ayam kampung asli Bali dengan fokus pada produksi telur serta pembibitan ayam kampung Bali.
Dalam menjalankan usahanya, BUMDes Intan Sari bekerja sama dengan petani setempat melalui penyewaan lahan seluas 15 are. Pengelolaan produksi dibantu oleh seorang tenaga kerja bernama Made Budiasa yang bertugas merawat dan mengelola ternak setiap hari.
Pada 16 Januari 2026, BUMDes Intan Sari mendatangkan 50 ekor ayam petelur, 10 ekor ayam kampung, dan 20 ekor ayam jago. Selanjutnya, pada 13 April 2026, dilakukan penambahan populasi berupa 50 ekor ayam merah berumur tiga bulan serta 10 ekor ayam kampung berumur tiga bulan.
Ayam-ayam tersebut dipelihara menggunakan pakan organik yang terdiri atas campuran dedak, jagung, gabah, dan ampas parutan kelapa atau “usam”. Sementara itu, vitamin alami diberikan melalui campuran ekstrak kunyit, kencur, dan gula yang diblender bersama lalu dicampurkan ke dalam air minum ternak.
Seluruh pakan dan vitamin diproduksi di laboratorium milik PT Kene Keto Harmoni yang berlokasi di Banjar Telabah. Selain itu, proses penetasan telur juga dilakukan di laboratorium tersebut.
Kegiatan operasional harian usaha ternak ini sepenuhnya dibiayai oleh BUMDes Intan Sari. Namun demikian, dalam pelaksanaannya masih terdapat sejumlah kendala, di antaranya keterbatasan tenaga kerja yang saat ini hanya berjumlah satu orang serta adanya gangguan serangan ular di area kandang.
(I Gst Ayu Putu Mariani & Tim LTT Gianyar)