Padi PM AAS Klungkung Tumbuh Baik, Serangan Hama dan Penyakit di Subak Gembalan Terkendali
Klungkung, 9 September 2026 – Pertumbuhan tanaman padi pada lokasi penerapan PM AAS Klungkung di Subak Gembalan, Desa Selat, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung, menunjukkan kondisi yang cukup baik. Memasuki umur 35 hari setelah tanam (HST), pertanaman terus mendapatkan pemantauan secara intensif, khususnya terhadap potensi serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).
Penyuluh pertanian pendamping Subak Gembalan, I Ketut Surya, mengatakan bahwa berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, ditemukan serangan lalat Hydrellia serta gejala penyakit yang disebabkan oleh jamur. Meski demikian, tingkat serangan masih tergolong rendah, yakni kurang dari 10 persen.
“Serangan masih relatif rendah sehingga belum memberikan dampak yang berarti terhadap kondisi pertanaman secara keseluruhan,” ujar I Ketut Surya.
Sebagai langkah antisipasi, petani bersama penyuluh telah melakukan penanganan terhadap tanaman yang terdampak melalui penyemprotan. Pengendalian dilakukan sedini mungkin untuk menekan perkembangan OPT sekaligus mencegah penyebaran ke areal pertanaman lainnya.
Selain pengendalian OPT, pada pertanaman padi juga telah dilakukan aplikasi silika. Dalam budidaya padi, silika berperan dalam mendukung kekuatan jaringan tanaman, termasuk membantu memperkuat batang dan daun serta meningkatkan ketahanan tanaman terhadap berbagai tekanan lingkungan. Pengaplikasiannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi tanaman, rekomendasi teknis, dan prinsip budidaya yang baik.
Pemantauan pada umur 35 HST menjadi bagian penting dalam pengelolaan tanaman padi karena tanaman sedang berada pada fase vegetatif aktif. Pada fase ini, pertumbuhan anakan, perkembangan perakaran, kecukupan unsur hara, ketersediaan air, serta keberadaan hama dan penyakit perlu diamati secara rutin.
Deteksi dini memungkinkan petani dan penyuluh mengambil tindakan secara tepat sebelum serangan berkembang hingga melewati ambang yang berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi.
Kondisi pertanaman di Subak Gembalan sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi antara petani dan penyuluh dalam melakukan pengamatan lapangan. Pengendalian OPT tidak semata-mata mengandalkan penggunaan pestisida, tetapi perlu mengutamakan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT), melalui pengamatan rutin, identifikasi penyebab serangan, penerapan teknik budidaya yang tepat, serta penggunaan sarana pengendalian secara bijaksana sesuai kebutuhan.
Pendampingan kegiatan PM AAS Klungkung diharapkan dapat mendorong penerapan budidaya padi yang semakin efektif, efisien, dan berkelanjutan. Tingkat serangan OPT yang masih berada di bawah 10 persen menjadi momentum untuk terus memperkuat pengamatan dan pemeliharaan tanaman agar kesehatan pertanaman tetap terjaga hingga memasuki fase generatif.
Dengan sinergi antara petani, penyuluh, dan para pemangku kepentingan pertanian, pertanaman padi di Subak Gembalan diharapkan dapat terus tumbuh optimal hingga panen.
Keberhasilan budidaya padi tidak hanya ditentukan oleh penggunaan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan petani dalam membaca kondisi tanaman dan mengambil keputusan berdasarkan hasil pengamatan di lapangan.
I Made Londra dan Sudarmini