BRMP Bali Laksanakan Monitoring dan Evaluasi Perbenihan Perkebunan di Kabupaten Jembrana
Jembrana, 18 September 2026 – Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Perbenihan Perkebunan di Kabupaten Jembrana. Kegiatan ini bertujuan memantau perkembangan pelaksanaan perbenihan, kondisi persemaian, pertumbuhan bibit, serta kesiapan bahan tanam perkebunan sesuai target yang telah ditetapkan.
Monev dilakukan pada sejumlah lokasi persemaian milik CV Indonesia Hijau dan CV Kartika Asta Awan Sentana, dengan komoditas utama kopi dan kakao. Kedua komoditas tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan perkebunan dan peningkatan produktivitas pertanian di Bali.
Pada nursery CV Indonesia Hijau, monitoring dilakukan di beberapa lokasi. Persemaian di Desa Tuwed memiliki sekitar 1.400.000 bibit kakao. Selanjutnya, di Desa Candikusuma terdapat 980.000 bibit kakao dan 750.000 bibit kopi. Sementara itu, di Desa Moding terdapat dua lokasi persemaian dengan masing-masing sekitar 600.000 bibit kakao. Total bibit yang dipantau pada lokasi CV Indonesia Hijau mencapai sekitar 4.330.000 bibit.
Sementara itu, pada nursery CV Kartika Asta Awan Sentana, monitoring dilakukan di Desa Candikusuma dan Desa Ekasari. Persemaian di Desa Candikusuma memiliki luas sekitar 5 hektare dengan 2.431.000 bibit kakao sambung. Adapun persemaian di Desa Ekasari seluas sekitar 3,5 hektare menyediakan 575.000 bibit kakao jenis seedling. Total bibit pada kedua lokasi mencapai 3.006.000 bibit.
Secara keseluruhan, kegiatan Monev mencakup sekitar 7.336.000 bibit kopi dan kakao. Tim melakukan pengamatan terhadap kondisi pertumbuhan bibit, pengelolaan dan pemeliharaan persemaian, serta kesiapan bibit untuk mendukung pengembangan perkebunan.
Melalui kegiatan ini, BRMP Bali terus mendorong pengelolaan perbenihan perkebunan yang baik, terukur, dan sesuai standar teknis. Ketersediaan benih dan bibit bermutu diharapkan dapat mendukung pengembangan komoditas kopi dan kakao sekaligus meningkatkan produktivitas serta keberlanjutan usaha perkebunan di Provinsi Bali.