Kunker ke Bali, Kepala BPPSDMP Perkuat Komitmen Penyuluh Pertanian
Denpasar, 13 Juni 2026 – Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) didampingi Sekretaris Badan dan jajarannya melaksanakan kunjungan kerja ke Provinsi Bali dalam rangka memperkuat komitmen penyuluh pertanian untuk menyukseskan berbagai program Kementerian Pertanian di daerah. Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat BRMP Bali tersebut disambut langsung oleh Kepala BRMP Bali, beserta jajaran pegawai. Turut hadir lebih dari 150 perwakilan penyuluh pertanian dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Bali yang penuh antusias.
Dalam sambutannya, Kepala BRMP Bali Dr. drh. I Made Rai Yasa, M.P., menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas kunjungan Kepala BPPSDMP. Menurutnya, kehadiran pimpinan BPPSDMP menjadi bentuk perhatian sekaligus motivasi bagi para penyuluh pertanian yang selama ini menjadi ujung tombak pembangunan sektor pertanian di daerah. “Antara penyuluh dan BRMP Bali selama ini, bahkan sebelum transformasi kelembagaan, telah terjalin sinergi yang kuat. Dengan adanya transformasi ini, sinergi dan tali persaudaraan yang sudah menjadi terbangun semakin kuat. Keberhasilan berbagai program pertanian di Bali tidak terlepas dari peran aktif para penyuluh yang terus mendampingi petani di lapangan.” ungkap I Made Rai Yasa.
Pada kesempatan tersebut, Kepala BRMP Bali juga memaparkan berbagai tantangan yang dihadapi penyuluh pertanian di Bali, khususnya dalam mencapai target Luas Tambah Tanam (LTT). Menurutnya, sektor pertanian Bali saat ini menghadapi berbagai persoalan yang cukup kompleks, mulai dari berkurangnya lahan pertanian akibat alih fungsi lahan, peralihan komoditas usaha tani, hingga kerusakan jaringan irigasi yang berdampak pada aktivitas budidaya pertanian. “Permasalahan-permasalahan ini mengharuskan penyuluh bekerja lebih keras dalam mengawal petani. Namun, semangat yang tidak pernah padam membuat kami bangga terhadap para penyuluh di Bali,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala BPPSDMP, Dr. Idha Widi Arsanti, S.P., M.P., menyampaikan rasa syukur atas sinergi dan kerja sama yang selama ini terjalin baik antara penyuluh pertanian dan BRMP Bali. Ia menegaskan bahwa Menteri Pertanian menginginkan seluruh penyuluh pertanian, baik yang sebelumnya berasal dari pemerintah daerah maupun yang telah bertransformasi menjadi bagian dari Kementerian Pertanian, tetap bekerja sebagai satu kesatuan dalam mendukung pembangunan pertanian nasional. “Semua adalah penyuluh Kementerian Pertanian yang di daerah dikoordinasikan oleh Kepala BRMP sebagai Direktur Wilayah bersama Kelsi penyuluh provinsi. Karena itu, Direktur Wilayah jangan ragu-ragu melibatkan penyuluh dalam setiap kegiatan yang mendukung program Kementerian Pertanian,” tegasnya.
Menurut Arsanti, penyuluh memiliki peran strategis dalam mengawal berbagai program prioritas Kementerian Pertanian, mulai dari peningkatan produksi pangan hingga percepatan pencapaian target Luas Tamabah Tanam (LTT) tanam di daerah.
Dalam arahannya, Kepala BPPSDMP juga menegaskan pentingnya menjaga koordinasi dan sinergi dengan instansi pertanian di daerah meskipun penyuluh telah bertransformasi menjadi bagian dari Kementerian Pertanian. Ia menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan amanat Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 27 Tahun 2023 tentang Pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2022 mengenai Penguatan Fungsi Penyuluhan Pertanian. “Regulasi ini dibuat untuk mensinergikan dan memperkuat penyelenggaraan penyuluhan pertanian antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Oleh karena itu, koordinasi dan kolaborasi harus terus dijaga dengan baik,” jelasnya.
Menutup arahannya, Kepala BPPSDMP mengajak seluruh penyuluh pertanian di Bali untuk terus mengembangkan strategi kerja yang cerdas, inovatif, dan adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Salah satu strategi yang dapat diterapkan adalah pendekatan micro management, yaitu menelusuri setiap permasalahan secara rinci sehingga solusi yang diberikan lebih tepat sasaran dan efektif. “Strategi micro management dapat diterapkan dengan menelusuri setiap permasalahan secara detail. Strategi inilah yang sering diterapkan oleh Bapak Menteri Pertanian kita dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi sektor pertanian,” ungkapnya.
Sementara itu senada dengan Kepala BRMP Bali Ketua Kelompok Substansi (Kelsi) Pengelolaan Penyuluh Provinsi Bali, I Ketut Arya Sudiadnyana, SP., M.Agb., menyampaikan bahwa selama ini sinergi dan kolaborasi antara BRMP Bali dengan para penyuluh pertanian di Bali telah berjalan dengan sangat baik. Menurutnya, penyuluh selalu dilibatkan dalam berbagai kegiatan untuk mendukung dan menyukseskan program-program Kementerian Pertanian di daerah. “Penyuluh selalu dilibatkan dalam setiap kegiatan yang mendukung program Kementerian Pertanian di Bali, seperti Verifikasi Calon Petani Calon Lokasi (CPCL), pengembangan padi metode Arkansas atau PM-AAS, kegiatan monitoring perbenihan, dan berbagai program strategis lainnya,” ungkap Arya.