JICA Kunjungi Dem Area PM-AAS di Jembrana, Bahas Masa Depan Pertanian Modern Bali
Jembrana, 4 September 2026 – Dem Area Pertanian Modern Agriculture Advance System (PM-AAS) di Subak Tibubeleng, Kabupaten Jembrana, Bali, mendapat kunjungan dari Japan International Cooperation Agency (JICA). Kunjungan tersebut menjadi momentum pertukaran informasi dan pengalaman mengenai sistem pertanian yang diterapkan di Bali dan Jepang.
Rombongan JICA diterima di Balai Subak Tibubeleng oleh Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali, Dr. drh. I Made Rai Yasa, M.P., beserta jajaran staf. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh pekaseh dan para petani Subak Tibubeleng.
Dalam sambutannya, Kepala BRMP Bali menyampaikan gambaran mengenai sistem pertanian di Bali, khususnya keberadaan subak sebagai kelembagaan petani yang telah menjadi bagian penting dalam pengelolaan pertanian dan irigasi. Ia juga menjelaskan upaya BRMP Bali dalam mengembangkan sistem PM-AAS sebagai salah satu pendekatan pertanian modern untuk meningkatkan produktivitas padi di Bali.
Menurutnya, penerapan teknologi dan inovasi pertanian perlu terus dikembangkan dengan tetap memperhatikan kondisi serta karakteristik pertanian di Bali.
Penjelasan tersebut mendapat perhatian dari Ketua Tim JICA yang juga merupakan seorang dosen di Jepang. Ia menilai bahwa penerapan pertanian modern di Bali dan Jepang memiliki sejumlah kesamaan.
“Penerapan pertanian modern di Bali dan Jepang sudah hampir mirip. Kami akan menceritakan kepada mahasiswa kami bagaimana sistem pertanian di sini yang mampu menghasilkan banyak beras,” ujarnya.
Selain sistem pertanian modern, rombongan JICA juga mengapresiasi kebersamaan para petani di Bali yang tergabung dalam organisasi subak. Menurutnya, keberadaan subak menunjukkan kuatnya kerja sama dan kebersamaan petani dalam mendukung kegiatan pertanian.
Sementara itu, Kepala BRMP Bali, Dr. drh. I Made Rai Yasa, M.P., menyambut baik kunjungan JICA tersebut. Ia berharap kunjungan ini dapat menjadi awal terjalinnya kerja sama yang lebih erat, khususnya dalam bidang penelitian dan pengembangan pertanian bersama petani.
“Kami tunggu kunjungan berikutnya. Jika memungkinkan, ada kerja sama penelitian antara mahasiswa Jepang dengan petani di sini sehingga pertukaran informasi pertanian antara Bali dan Jepang dapat dilakukan secara lebih efektif,” ujarnya.
Kunjungan JICA ke Dem Area PM-AAS Subak Tibubeleng diharapkan tidak hanya menjadi ajang pertukaran informasi, tetapi juga membuka peluang kolaborasi antara lembaga pertanian, akademisi, dan petani dari Bali dan Jepang dalam pengembangan pertanian modern yang produktif dan berkelanjutan.