Evaluasi Capaian LTT, BRMP Bali Dorong Pengembangan Padi Gogo di Blahbatuh Gianyar
Gianyar, 24 Juni 2026 – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali terus memperkuat upaya percepatan capaian Luas Tambah Tanam (LTT) di Kabupaten Gianyar. Melalui tim pendamping wilayah Gianyar, BRMP Bali melaksanakan kunjungan koordinasi ke Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Blahbatuh guna mengevaluasi capaian LTT sekaligus menyusun langkah-langkah strategis untuk meningkatkan realisasi tanam di wilayah tersebut.
Kegiatan ini dihadiri oleh tim pendamping BRMP Bali, penyuluh pertanian, serta para pemangku kepentingan yang terlibat dalam percepatan program LTT. Pertemuan difokuskan pada identifikasi berbagai kendala di lapangan dan perumusan solusi guna mempercepat pencapaian target yang telah ditetapkan pemerintah.
Berdasarkan data hingga 23 Juni 2026, realisasi LTT di Kecamatan Blahbatuh masih berada di bawah 50 persen dari target yang ditetapkan pemerintah pusat. Rendahnya capaian tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain alih komoditas pertanian, alih fungsi lahan, serta kerusakan jaringan irigasi sekunder yang berdampak pada ketersediaan air bagi lahan persawahan.
Penanggung Jawab (PJ) LTT Kabupaten Gianyar, Agung Prijanto, S.P., M.Agb., menjelaskan bahwa pemerintah daerah saat ini tengah mengoptimalkan berbagai program dan bantuan dari Kementerian Pertanian untuk mempercepat peningkatan luas tanam. “Untuk mengejar target LTT, kami fokus memaksimalkan bantuan yang telah disiapkan oleh Kementerian Pertanian. Dukungan berupa perbaikan irigasi, bantuan benih, dan pupuk terus kami dorong pemanfaatannya agar petani dapat segera kembali melakukan penanaman,” ujarnya.
Selain persoalan infrastruktur irigasi, keterbatasan debit air yang mengharuskan sistem pengairan dilakukan secara bergilir juga menjadi tantangan bagi petani di wilayah Blahbatuh. Kondisi tersebut mendorong munculnya alternatif budidaya yang dinilai lebih adaptif terhadap keterbatasan sumber daya air.
Koordinator Penyuluh BPP Blahbatuh mengungkapkan bahwa sejumlah petani mulai menunjukkan minat untuk mengembangkan budidaya padi gogo sebagai solusi dalam menghadapi keterbatasan pasokan air irigasi.
Padi gogo dinilai memiliki prospek yang menjanjikan karena mampu tumbuh di lahan kering tanpa memerlukan genangan air sebagaimana padi sawah. Tanaman ini mengandalkan curah hujan dan kelembapan tanah sehingga lebih sesuai dikembangkan pada wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air.
“Potensi lahan yang siap dan sangat memungkinkan untuk ditanami padi gogo di wilayah Blahbatuh cukup luas, yakni mencapai sekitar 100 hektare,” ungkapnya.
BRMP Bali berharap sinergi antara tim pendamping, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan petani dapat mempercepat peningkatan luas tanam di Kabupaten Gianyar. Dukungan program Kementerian Pertanian yang tepat sasaran, ditambah inovasi budidaya melalui pengembangan padi gogo, diharapkan mampu menjadi solusi atas kendala pengairan sekaligus mendukung pencapaian target LTT tahun 2026. Melalui langkah-langkah tersebut, produktivitas pertanian di Kecamatan Blahbatuh diharapkan tetap terjaga serta mampu berkontribusi terhadap peningkatan produksi pangan dan penguatan ketahanan pangan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
(Sinaga)