Dorong Produktivitas, BRMP Bali Tinjau Budidaya Bawang Putih di Sidakarya
Denpasar, 11 September 2026 – Penerapan teknologi budidaya menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan produktivitas bawang putih di tingkat petani. Hal tersebut terus didorong oleh Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali melalui kegiatan pendampingan dan pengamatan pertumbuhan tanaman bawang putih di Subak Sidakarya, Kelurahan Sidakarya, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar.
Pengamatan dilakukan bersama Koordinator BPP, penyuluh pertanian, Pekaseh Subak Sidakarya I Made Redika, serta mahasiswa magang Universitas Udayana Bali. Kegiatan ini merupakan bagian dari pemantauan perkembangan demplot bawang putih varietas Lumbu Putih yang memasuki fase vegetatif pada umur 41 hari setelah tanam (HST).
Dalam pengamatan tersebut, BRMP Bali bersama tim mengukur tiga parameter pertumbuhan tanaman, yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang. Pengamatan dilakukan pada dua perlakuan budidaya, yakni penggunaan mulsa plastik dan mulsa jerami, dengan masing-masing perlakuan terdiri atas dua ulangan.
Hasil pengamatan menunjukkan adanya perbedaan respons pertumbuhan tanaman pada kedua jenis mulsa. Rata-rata tinggi tanaman pada perlakuan mulsa plastik mencapai 44,41 cm, sedangkan pada mulsa jerami mencapai 46,42 cm. Dengan demikian, tanaman bawang putih pada perlakuan mulsa jerami menunjukkan rata-rata tinggi tanaman lebih besar.
Sementara itu, rata-rata diameter batang pada perlakuan mulsa plastik mencapai 6,11 mm, sedikit lebih besar dibandingkan mulsa jerami yang mencapai 6,04 mm. Untuk jumlah daun, tanaman dengan mulsa plastik menunjukkan rata-rata 5,20 helai, sedangkan pada mulsa jerami rata-rata mencapai 4,70 helai.
Data hasil pengamatan tersebut menjadi bagian penting dalam pemantauan pertumbuhan tanaman sekaligus bahan evaluasi terhadap penerapan teknologi budidaya bawang putih. Pengamatan secara berkala diperlukan untuk mengetahui perkembangan tanaman dan mendukung pengambilan keputusan budidaya berdasarkan kondisi tanaman di lapangan.
BRMP Bali bersama dinas pertanian dan para pelaksana di lapangan akan terus melakukan pendampingan teknologi pada demplot tersebut. Pendampingan diarahkan untuk memperkuat penerapan teknologi budidaya yang adaptif dan sesuai kondisi spesifik lokasi, sehingga diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha tani bawang putih.
Kegiatan pengamatan juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa magang dalam mengenal secara langsung proses pemantauan pertumbuhan tanaman serta penerapan teknologi pertanian di tingkat lapangan.
(Sagung Aryawati dan Tim Bawang Putih)