Bukti Penerapan Pertanian Modern Semakin Nyata, Panen Kedua PM-AAS Bali Lampaui 12 Ton Per Hektar
Jembrana, 28 Agustus 2026 - bertempat di lokasi Perakitan PM-AAS di Subak Tegal Jati, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana dilakukan panen kedua kegiatan perakitan PM-AAS Bali pada luasan 0,7 hektar. Kegiatan panen diawali dengan pengambilan ubinan yang dipimpin langsung oleh Kepala BRMP Bali Dr. drh. I Made Rai Yasa. MP. Turut hadir dalam acara tersebut dari Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Jembrana, BPS Kabupaten Jembrana, Katimker Penyuluh Pertanian Kabupaten Jembrana, Penyuluh Pertanian Kecamatan Negara dan petani Subak Tegal Jati.
Pengambilan ubinan dilakukan pada 4 titik dipandu oleh BPS. Setelah dilakukan konversi terhadap hasil ubinan (2,5 m x 2,5 m) mendapatkan rata-rata produktivitas sebesar 12,53 ton GKP/ha.
Rai Yasa menyatakan produktivitas yang dihasilkan sudah melampaui target PM-AAS yaitu 10 ton/ha. "Hari ini kita panen PM-AAS dengan menggunakan varietas padi Hibrida Mapan 05. Melihat hasil ubinan ini kami semakin yakin penerapan PM-AAS merupakan salah satu jawaban dalam peningkatan produksi padi melalui peningkatan produktivitas," ujarnya.
Penanggung jawab kegiatan perakitan I Nyoman Adijaya menambahkan pada kegiatan perakitan PM-AAS yang dilakukan di Subak Tegal Jati dicoba dua varietas yaitu Varietas Inbrida Cakrabuana Agritan dan Varietas Hibrida Mapan 05. Varietas Cakrabuana Agritan sudah dilakukan panen lebih awal dengan rata-rata produktivitas 10,50 ton GKP/ha. "Varietas Hibrida Mapan 05 umur panennya lebih lambat 18 hari dibandingkan Cakrabuana Agritan, namun kita lihat produktivitas lebih tinggi. Melihat hasil ubinannya, varietas ini dapat dianjurkan menjadi pilihan varietas pada penerapan PM-AAS", jelasnya.
Petani pelaksana demplot perakitan I Nengah Dame Dwiyana menyampaikan hasil panen demplot perakitan sangat memuaskan. "Baru kali ini kami mendapatkan hasil panen yang bagus seperti ini. Ke depan model PM-AAS akan terus kami lanjutkan," ujarnya.