BRMP & Ditjen Hortikultura Verifikasi Lapangan Benih Bawang Putih di Bali
Dalam upaya mengatasi keterbatasan pasokan benih bawang putih nasional serta mendorong kemandirian benih di daerah, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali menurunkan tim teknis untuk mendampingi verifikasi lapangan dan dokumen kawasan bawang putih bersama-sama dengan Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian di sejumlah kabupaten Bali.
Pengawalan lapangan yang dilaksanakan pada akhir Agustus 2026 ini mendampingi Ketua Kelompok Penyediaan dan Kelembagaan Benih, Direktorat Perbenihan Hortikultura, Novida Siti Jubaedah, S.TP., M.A., M.S.E. Tim BRMP Bali ditugaskan terdiri dari Penyuluh Pertanian CWS Provinsi Bali, Pengawas Benih Tanaman BRMP Bali.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Kepala UPTD BPSBTPHBUN Provinsi Bali, Koordinator BPP, para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta kelompok tani dan petani kooperator di berbagai titik kawasan pengembangan, seperti Gianyar, Bangli, Karangasem, Klungkung, dan Buleleng.
Selain peninjauan fisik calon lokasi dan calon petani (CPCL), agenda penting dalam kegiatan ini adalah verifikasi kelengkapan dokumen administratif dan surat kesanggupan kelompok tani. Hal ini dilakukan untuk memastikan akuntabilitas serta komitmen tinggi dari para petani penerima bantuan.
Melalui program ini, petani penerima bantuan akan mendapatkan paket bantuan sarana produksi (saprodi) yang mencakup benih bawang putih, mulsa, pupuk (KCL, KNO3, ZA, SP36, dan organik padat), serta perlindungan tanaman (fungisida dan insektisida).
Dengan dukungan penuh dari Ditjen Hortikultura, BRMP Bali, Dinas Pertanian Provinsi/Kabupaten, UPTD BPSBTPHBUN, dan kesanggupan nyata para petani kooperator, diharapkan Bali mampu mencetak penangkar benih mandiri yang siap menutupi kekurangan benih bawang putih di tingkat daerah maupun nasional.