BRMP Bali Siapkan TOT Penyuluh Pertanian untuk Perkuat Penerapan PM-AAS di Denpasar
Denpasar, 27 Agustus 2026 – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali melaksanakan koordinasi persiapan kegiatan Training of Trainers (TOT) bagi penyuluh pertanian di Kota Denpasar. Kegiatan ini berlangsung di Balai Subak Pagutan, Desa Padangsambian Kaja, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar.
Koordinasi tersebut dihadiri oleh Ketua Tim Kerja (Katimker), Koordinator Wilayah Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se-Kota Denpasar, serta Pekaseh Subak Pagutan, Anak Agung Kompiang Wirawan.
Kegiatan koordinasi menjadi langkah penting dalam menyamakan persepsi sekaligus memperkuat sinergi antarunsur yang terlibat dalam pelaksanaan TOT. Sejumlah hal yang dibahas meliputi lokasi kegiatan, jadwal pelaksanaan, teknis keberangkatan, jumlah peserta, serta mekanisme tindak lanjut setelah kegiatan TOT.
Rencananya, kegiatan TOT akan dilaksanakan pada Jumat, 4 September 2026, di Subak Tibubeleng, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana. Lokasi tersebut merupakan kawasan demonstration area (Dem Area) seluas 100 hektare yang menerapkan budidaya padi dengan sistem PM-AAS.
Materi TOT akan difokuskan pada penerapan teknologi budidaya padi sistem PM-AAS sebagai salah satu upaya mendorong modernisasi pertanian. Melalui persiapan yang matang, kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penyuluh, tetapi juga memperkuat kemampuan mereka dalam mentransfer pengetahuan, teknologi, dan inovasi kepada petani sesuai dengan kondisi dan potensi wilayah masing-masing.
Penyuluh pertanian diharapkan mampu menjalankan peran strategis sebagai penghubung antara kebijakan pemerintah, inovasi teknologi, dan kebutuhan nyata petani di lapangan. Dengan demikian, keberadaan penyuluh semakin penting dalam mendorong penerapan teknologi pertanian modern serta meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani.
Dalam diskusi tersebut, para penyuluh menyatakan kesiapan untuk mengikuti kegiatan TOT yang akan diselenggarakan. Kolaborasi yang semakin kuat diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendampingan kepada petani sekaligus mendukung pembangunan pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.
Selain membahas persiapan TOT, kegiatan koordinasi juga dirangkaikan dengan monitoring pelaksanaan kegiatan strategis Kementerian Pertanian (Kementan) di Kota Denpasar. Monitoring dilakukan untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan program sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang memerlukan tindak lanjut.
Sinergi dan koordinasi yang kuat di antara seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mempercepat realisasi program strategis Kementerian Pertanian agar dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas pertanian.
Implementasi sistem PM-AAS diyakini mampu mendorong peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta mendukung pencapaian target swasembada pangan nasional secara berkelanjutan.
(Tim LTT Kota Denpasar)