BRMP Bali Salurkan Pupuk untuk Demplot PM-AAS di Subak Lungatad Denpasar
Denpasar, 2 September 2026 – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali terus memperkuat pendampingan Program Strategis Kementerian Pertanian melalui implementasi Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-AAS). Salah satunya diwujudkan melalui pendistribusian sarana produksi berupa pupuk kepada petani pelaksana demplot PM-AAS di Subak Lungatad, Desa Peguyangan Kangin, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar.
Kegiatan pendistribusian pupuk dari PT Pupuk Indonesia tersebut dihadiri Koordinator BPP Denpasar Utara, petani pelaksana, serta Pekaseh Subak Lungatad, I Made Maja. Bantuan sarana produksi diserahkan kepada petani pelaksana Demplot PM-AAS, I Ketut Gunawan, untuk mendukung budidaya padi pada lahan seluas 0,50 hektare.
Pupuk yang didistribusikan terdiri atas pupuk organik Petroganik sebanyak tujuh zak dengan berat 40 kilogram per zak dan Urea Nitrea Prill sebanyak dua zak dengan berat 50 kilogram per zak. Pupuk organik tersebut akan diaplikasikan pada saat pengolahan lahan untuk membantu memperbaiki unsur hara sekaligus menjaga kesuburan tanah secara berkelanjutan.
Demplot PM-AAS di Subak Lungatad direncanakan mulai ditanam pada awal September dengan menggunakan varietas Inpari 32. Penanaman dilakukan menggunakan metode Tabela (tanam benih langsung) dengan alat drum seeder yang menerapkan pola jajar legowo 4:1.
Penggunaan drum seeder menjadi bagian penting dalam penerapan mekanisasi pertanian. Alat tersebut dirancang untuk menggantikan sistem tanam manual sehingga proses penanaman dapat dilakukan lebih cepat, presisi, dan efisien. Penerapan teknologi ini diharapkan mampu menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan nilai ekonomi usaha tani.
Monitoring Pertumbuhan Padi PM-AAS
Selain pendistribusian pupuk, BRMP Bali bersama Tim LTT Kota Denpasar juga melaksanakan monitoring pertumbuhan tanaman padi PM-AAS yang telah ditanam di sejumlah lokasi.
Monitoring dilakukan di Subak Anggabaya, Kelurahan Penatih, Denpasar Timur, yang dikelola bersama Pekaseh I Wayan Bagiarta, serta di Subak Sidakarya, Denpasar Selatan, dengan Pekaseh I Made Redika. Berdasarkan hasil pemantauan, pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi di kedua lokasi tersebut menunjukkan kondisi yang cukup baik.
Tahapan kegiatan berikutnya yang akan segera dilakukan adalah penyiangan dan pemupukan guna menjaga pertumbuhan tanaman tetap optimal hingga memasuki fase produksi.
Penerapan PM-AAS sendiri merupakan pendekatan budidaya yang mengintegrasikan mekanisasi modern, teknologi digital, serta peningkatan populasi tanaman. Integrasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi budidaya, menekan biaya operasional, dan pada akhirnya meningkatkan produktivitas serta hasil panen petani.
BRMP Bali menegaskan bahwa sinergi dan koordinasi antara pemerintah, penyuluh, pekaseh, dan petani menjadi faktor penting dalam mempercepat realisasi program strategis Kementerian Pertanian. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha tani di tingkat lapangan.
Melalui implementasi PM-AAS yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, BRMP Bali optimistis produktivitas pertanian dapat terus ditingkatkan, kesejahteraan petani semakin kuat, serta ketahanan pangan daerah turut mendukung pencapaian target swasembada pangan nasional.
(Sagung Aryawati dan Tim LTT Kota Denpasar)