BRMP Bali Perkuat Sinergi Stakeholder Pertanian untuk Genjot Capaian LTT
Badung, 12 Agustus 2025 – Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali menggelar Rapat Koordinasi Pencapaian Target Luas Tambah Tanam (LTT) Padi Tingkat Kecamatan di Ruang Pertemuan Kantor BPP Mengwi, Kabupaten Badung. Kegiatan ini mempertemukan lintas pemangku kepentingan, mulai dari Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten, TNI, PUPR, hingga pekaseh dan kelian subak, untuk membahas strategi percepatan LTT di tengah tantangan alih fungsi lahan dan penurunan produktivitas.
Dimoderatori oleh Dr. A.A. Ngurah Badung Sarmuda Dinata, S.Pt, M.P., rapat bertujuan menyamakan persepsi, memetakan kendala, mencari solusi, dan membangun sinergi lintas sektor.
Kepala BRMP Bali, Dr. drh. I Made Rai Yasa, M.P., mengungkapkan bahwa secara nasional target LTT padi 1 juta hektare per bulan belum tercapai, dan Bali turut menghadapi tantangan serupa. “Di Badung, capaian Juli 2025 mencapai 80% atau 1.874 hektare dari target, pada periode Januari sampai dengan Juli 2025 minus 880 hektare dibanding tahun sebelumnya. Faktor lahan menyempit, alih komoditas, dan irigasi menjadi penentu capaian,” ujarnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, Dr. I Wayan Wijana, S.Sos., M.Si., menambahkan bahwa surplus beras Badung cenderung menurun, dengan ancaman defisit pada 2029 jika tidak ada intervensi. Pihaknya menyiapkan berbagai program, mulai dari bantuan benih dua kali tanam, pengembangan hortikultura strategis, hingga pengadaan rice transplanter dan kendaraan roda tiga untuk subak.
Dinas Pertanian Provinsi Bali yang diwakili Paksi Bali Dewa, S.P, menyoroti penurunan capaian LTT di Badung pada April–Juli akibat mundurnya pola tanam, sementara Dinas PUPR Badung menegaskan komitmen memperbaiki jaringan irigasi tanpa mengganggu musim tanam, meski terkendala batas kewenangan dan teknis lapangan.
Para pekaseh turut menyampaikan keluhan, mulai dari kerusakan irigasi, serangan hama, kualitas benih yang tidak sesuai, hingga kendala operator alsintan. Semua masukan ditanggapi langsung oleh pihak terkait, termasuk rencana pelatihan alsintan, distribusi pestisida, serta koordinasi lintas instansi untuk percepatan perbaikan irigasi.
"Rapat ini menegaskan bahwa keberhasilan LTT tidak hanya bergantung pada target angka, tetapi juga pada kolaborasi erat semua pihak, dari hulu hingga hilir. Capaian LTT provinsi ditentukan oleh capaian LTT di setiap subak. Data akurat, dukungan teknis, dan sinergi menjadi kunci,” tutup Kepala BRMP Bali.