BRMP Bali Monitoring Pertumbuhan Padi Demplot PM-AAS di Subak Tegal Jati Jembrana
Jembrana, 8 Juni 2026 – Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali bersama tim melaksanakan kegiatan monitoring pertumbuhan tanaman padi pada Demplot Pertanian Modern Agriculture Advance System (PM-AAS) atau yang dikenal sebagai sistem padi Arkansas. Demplot tersebut berlokasi di Subak Tegal Jati, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana.
Kegiatan monitoring dilakukan bersama Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpangan) Provinsi Bali, Kelsi beserta sejumlah Penyuluh Pertanian Provinsi Bali, Katimker dan penyuluh pertanian Kabupaten Jembrana.
Berdasarkan hasil pengamatan lapangan, Kepala BRMP Bali, Dr. drh. I Made Rai Yasa, M.P., menyampaikan bahwa kondisi tanaman padi pada umur 34 hari setelah tanam (HST) menunjukkan pertumbuhan yang sangat baik. Tanaman terlihat tumbuh subur, seragam, dan memiliki tingkat persaingan yang tinggi terhadap gulma sehingga keberadaan gulma di lahan sangat sedikit. Tidak terlihat adanya tanda tanaman terserang OPT. “Pada umur 34 HST, pertumbuhan tanaman padi terlihat sangat baik dan seragam. Gulma yang tumbuh juga sangat sedikit karena tanaman padi mampu menekan perkembangan gulma di sekitar areal pertanaman,” ujarnya.
Disampaikan pula Demplot perekayasaan PM-AAS ini merupakan uji coba penerapan dua varietas unggul padi, yaitu varietas hibrida Mapan 05 dan varietas inbrida Cakrabuana Agritan. Penanaman dilakukan menggunakan tanam benih langsung (Tabela) dengan sistem jajar legowo 6:1 pada berbagai kerapatan tanam. “Kegiatan perekayasaan ini bertujuan untuk memperoleh rekomendasi teknis terkait penerapan sistem tanam PM-AAS di Bali," jelasnya.
Lebih lanjut dijelaskan penerapan PM-AAS merupakan salah satu upaya modernisasi pertanian yang mengintegrasikan teknologi budidaya dan manajemen tanaman untuk meningkatkan produktivitas padi. "Hasil dari demplot ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi petani dalam mengadopsi teknologi budidaya padi PM-AAS untuk mendukung peningkatan produksi pangan di Provinsi Bali," tutupnya.