BRMP Bali Lakukan Monev Jaringan Irigasi Tersier di Tabanan
TABANAN, 3 September 2026 – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap program pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi tersier di Kabupaten Tabanan. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan infrastruktur irigasi yang telah dibangun dapat berfungsi secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi petani.
Monev menyasar tiga lokasi, yakni Subak Susut, Subak Kebon, dan Subak Pesagi. Berdasarkan hasil pemantauan, pengerjaan fisik jaringan irigasi di ketiga subak tersebut telah rampung 100 persen pada Juni 2026. Pembangunan dan perbaikan jaringan dilaksanakan secara swadaya dengan melibatkan masyarakat petani di masing-masing subak.
Keberadaan jaringan irigasi tersebut memberikan dampak positif terhadap keberlangsungan usaha tani. Meskipun pada beberapa wilayah sempat terjadi kemunduran jadwal tanam, ketersediaan saluran irigasi yang lebih baik mampu mengurangi risiko kekeringan pada lahan pertanian.
Dari sisi produktivitas, hasil panen petani tercatat berkisar 60–80 kilogram per are. Sementara itu, Indeks Pertanaman (IP) dapat dipertahankan pada angka 2 sesuai dengan ketentuan atau aturan pakraman adat setempat. Di sela-sela kegiatan budidaya padi, petani juga memanfaatkan lahan untuk penanaman tanaman hortikultura.
Hal menarik ditemukan di Subak Pesagi, terutama dalam upaya mengairi lahan yang sebelumnya mengalami keterbatasan air. Petani juga menerapkan metode Alternate Wetting and Drying (AWD) atau pengairan berselang sebagai salah satu upaya meningkatkan efisiensi penggunaan air dalam budidaya padi.
Meski pembangunan fisik telah selesai, hasil monev menunjukkan masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu mendapatkan perhatian. Di Subak Susut dan Subak Kebon, petani masih menghadapi ancaman serangan hama tikus, pengaturan pembagian air yang harus dilakukan secara ketat dan terjadwal, meningkatnya biaya transportasi material, serta kebutuhan perbaikan pada jaringan irigasi tersier lama.
Sementara itu, permasalahan di Subak Pesagi antara lain serangan hama kepiting, kebutuhan pembangunan pintu air, serta perubahan kondisi lingkungan yang dipengaruhi oleh pengembangan kawasan wisata.
Hasil monev tersebut menjadi bahan evaluasi bagi upaya peningkatan pengelolaan jaringan irigasi di tingkat petani. Tindak lanjut terhadap berbagai permasalahan yang ditemukan di lapangan diharapkan dapat semakin mengoptimalkan fungsi jaringan irigasi, menjaga keberlanjutan lahan pertanian, serta meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani di Kabupaten Tabanan.